BELITUNG TIMUR | mikanews – PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin menanam 900 pohon di lahan kritis Desa Lintang, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (26/8/2026).
Penanaman tersebut dilakukan melalui program “Alam Lestari: Penanaman 900 Pohon” sebagai bagian dari Program Rehabilitasi Lahan Kritis.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Sasaran utamanya adalah memulihkan kondisi ekosistem di lahan kritis.
Selain pemulihan ekosistem, penanaman pohon diarahkan untuk membantu mencegah erosi tanah, meningkatkan kualitas resapan air tanah, serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di wilayah Belitung.
General Manager Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tri Yudi Anshary, mengatakan keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, kegiatan tersebut dijalankan selaras dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG yang diusung perusahaan induk, InJourney Airports.
“Penanaman 900 pohon di Desa Lintang hari ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah bentuk investasi lingkungan jangka panjang demi masa depan generasi mendatang,” kata Tri Yudi Anshary.
Ia menjelaskan, Program Rehabilitasi Lahan Kritis diharapkan memberikan kontribusi dalam menghijaukan kembali kawasan yang membutuhkan pemulihan.
Program tersebut juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung Belitung sebagai kawasan Geopark yang lestari dan berkelanjutan.
Sebanyak 900 bibit pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenis bibit dipilih dengan mempertimbangkan daya tahan dan fungsi ekologisnya.
Pemilihan tersebut ditujukan agar tanaman mampu membantu memulihkan kesuburan tanah dan mempercepat pemulihan fungsi ekosistem alami di lokasi penanaman.
Kegiatan di Desa Lintang turut dihadiri Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar, General Manager Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin Tri Yudi Anshary, Pendiri TCI Budi Setiawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Timur Zulfikar, Ketua Kelompok Tebat Rasau, perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur, serta perwakilan Pemerintah Desa Lintang.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara pengelola bandara, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat desa dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pelaksanaan aksi pelestarian lingkungan secara berkelanjutan di masa mendatang.
Melalui program “Alam Lestari”, Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional penerbangan dan perlindungan lingkungan.
PT Angkasa Pura Indonesia yang berada dalam InJourney Airports merupakan pengelola bandara yang menyatakan komitmennya menghadirkan layanan penerbangan berkelas dunia dengan tetap memperhatikan lingkungan dan masyarakat sekitar.
Penanaman 900 pohon di Desa Lintang menjadi salah satu bentuk pelaksanaan komitmen tersebut melalui rehabilitasi lahan kritis dan pelestarian lingkungan di Belitung Timur. (Red)





