BerandaBERITAPengamanan Lapas dan Rutan Diperkuat, Jajaran Pemasyarakatan Maluku Ikuti Community of Practice

Pengamanan Lapas dan Rutan Diperkuat, Jajaran Pemasyarakatan Maluku Ikuti Community of Practice

Ambon | Mikanews — Pengamanan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) tetap aman, tertib, dan kondusif.

Guna mempersiapkan seluruh jajaran menghadapi beragam dinamika dan potensi gangguan keamanan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku menggelar kegiatan Community of Practice dengan tema, “Pengenalan Sistem Pengamanan Lapas dan Rutan”.

Acara dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Sabtu (12/9/2026), berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 WIT, dan diikuti seluruh pegawai di lingkungan wilayah kerja tersebut.

Kegiatan ini menjadi wadah resmi untuk menyamakan pandangan, memperdalam wawasan, serta saling bertukar pengalaman antar petugas terkait pelaksanaan tugas pengamanan sehari-hari.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIA Ambon, Jefry R. Persulessy, dipercaya sebagai pemateri utama, sementara Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIA Ambon, Martial T. Marlissa, bertindak sebagai moderator. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Catherian V. Picauly.

Dalam pemaparannya, Jefry menegaskan bahwa pengamanan tidak sekadar berarti menjalankan aturan dan prosedur baku semata, melainkan menuntut kesamaan pemahaman yang mendalam dari setiap petugas.

Hal ini menjadi pondasi mutlak demi terciptanya lingkungan yang aman dan tertib.

“Pemahaman menyeluruh terhadap sistem pengamanan harus dimiliki setiap orang yang bertugas, karena inilah dasar utama menjaga lapas maupun rutan tetap aman, tertib, dan kondusif. Petugas wajib mampu membaca situasi dengan cepat dan mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi kondisi berpotensi mengganggu ketertiban,” ujar Jefry.

Ia menambahkan, kesamaan pola pikir dan pemahaman sangat penting agar tindakan yang diambil setiap petugas terarah, terukur, dan selaras saat berhadapan dengan berbagai dinamika di lapangan.

Sementara itu, Catherian V. Picauly menilai forum seperti ini sangat berharga sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi seluruh jajaran untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman nyata, sehingga kualitas pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat terus ditingkatkan dan diperkuat,” ungkapnya.

Martial T. Marlissa juga menyampaikan pandangan bahwa pembahasan sistem pengamanan harus berjalan terus-menerus dan tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja.

Pasalnya, setiap satuan kerja memiliki ciri khas, kondisi, serta tantangan keamanan yang berbeda-beda.

“Pengamanan tidak cukup hanya menguasai prosedur tertulis. Yang tak kalah penting adalah kesiapan mental dan kemampuan petugas menilai situasi serta menentukan langkah yang paling sesuai dengan kondisi yang dihadapi,” jelas Martial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di wilayah Maluku semakin matang, profesional, dan tanggap dalam menjalankan tugas pengamanan.

Penguatan pemahaman ini juga menjadi langkah strategis agar lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan senantiasa terjaga keamanannya, serta siap mengantisipasi dan menanggulangi segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang mungkin muncul.
(SK)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini