Banyuwangi, Mikanews.id | Pantai Boom Marina, Banyuwangi, berubah menjadi panggung seni megah pada Sabtu malam (24/10/2026).
Festival Gandrung Sewu 2026 dengan tema Kembang Dermo digelar untuk pertama kalinya pada malam hari, menghadirkan keindahan budaya sekaligus semangat pariwisata yang membanggakan.
Kegiatan berlangsung pukul 19.00 hingga 22.30 WIB dalam suasana yang khidmat namun meriah.
Acara dipimpin langsung oleh Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani.
Turut hadir Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., jajaran TNI-Polri, anggota DPR RI, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, serta berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat.
Tradisi yang tak lekang waktu: Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan kebahagiaannya karena tahun ini festival menghadirkan suasana baru — digelar malam hari agar keindahan tarian Gandrung semakin memukau.
“Kita harus terus menjaga tradisi ini tetap hidup, relevan, dan disukai generasi muda. Budaya adalah jati diri sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan InJourney serta dedikasi 1.300 penari yang telah berlatih keras menyukseskan acara ini.
Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang mencapai 5,56% menjadi bukti nyata bahwa pariwisata berbasis budaya mampu memberi dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Ajakan untuk terus bersinergi menjadi pesan utama yang disampaikan pada kesempatan bersejarah ini.
Festival diawali dengan santunan anak yatim, pertunjukan Meras Gandrung, penghormatan lagu kebangsaan, serta pemutaran video promosi pariwisata daerah.
Kemudian puncak acara penampilan 1.300 penari Gandrung yang bergerak serempak, menyihir ribuan penonton yang hadir.
Malam ditutup dengan penampilan Project Pop dan Kunto Aji yang menambah semarak perayaan budaya tersebut.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman hingga selesai pukul 22.30 WIB.
Kehadiran berbagai elemen bangsa di sini menjadi bukti bahwa budaya mampu menyatukan kita semua, melintasi latar belakang dan profesi, demi masa depan yang lebih berbudaya dan sejahtera.(HS)





