Bintuni | Mikanews : Seragam loreng yang tampak memasuki halaman SD YPPK Santo Andreas, Distrik Aroba, Kabupaten Bintuni, Papua Barat Daya Jumat pagi (23/10), bukan untuk patroli keamanan.
Para prajurit Pos Aroba Satgas Yonif 147/KGJ datang membawa buku, semangat, dan harapan, menjadi bukti nyata bahwa pengabdian mereka melampaui sekadar menjaga kedaulatan wilayah.
Dalam kegiatan rutin Goes to School, para prajurit yang sehari-hari menjaga garis perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini itu meletakkan senjata sejenak dan mengambil peran sebagai pendidik di dalam kelas.
Mereka membagi waktu ke ruang-ruang kelas, berbagi pengetahuan umum, membacakan cerita, serta mendengarkan dan memotivasi anak-anak untuk berani bermimpi besar.
“Kami ingin mereka paham, ada banyak impian yang bisa diraih. Belajar adalah pintu menuju semua itu,” ujar salah satu personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Bagi anak-anak di wilayah pedalaman ini, kehadiran prajurit di tengah ruang kelas menjadi pengalaman yang berkesan dan menumbuhkan semangat.
Pembelajaran yang biasanya berjalan konvensional menjadi lebih hidup saat para prajurit menyelipkan kisah pengalaman bertugas, permainan sederhana, dan pesan-pesan semangat yang tulus.
Tawa dan antusiasme anak-anak menjadi hadiah terindah bagi para prajurit pagi itu.
Komandan Pos Aroba menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian penting dari pendekatan kewilayahan Satgas Pamtas.
“Pengabdian kami bukan hanya tentang senjata dan menara pengawas. Menanam harapan dan berbagi ilmu kepada generasi muda juga merupakan tugas mulia yang kami emban,” ungkapnya.
Langkah sederhana yang dilakukan hari itu diharapkan dapat menjadi inspirasi berharga bagi perjalanan masa depan anak-anak di Bintuni.
Sebab, setiap anak di pelosok negeri ini tanpa terkecuali berhak bermimpi, menuntut ilmu, dan mewujudkan cita-cita setinggi langit.
(SK)





