BUKITTINGGI, Mikanews.id — Lomba seni suara Bukittinggi berhasil menarik lebih dari 50 pendaftar dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut mempertemukan para pencinta seni dalam dua kategori, yakni Pop Indonesia dan Lagu Minang.
Kegiatan yang didukung Hipakad Bukittinggi itu tidak hanya menjadi arena untuk mencari pemenang. Panggung tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan bagi para seniman serta pencinta musik di Bukittinggi.
Kegiatan berlangsung di Cafe Starla, Los Lambuang. Suasana panggung berlangsung meriah. Penonton menikmati penampilan peserta sembari menikmati berbagai varian kuliner yang tersedia.
Setiap peserta berupaya memberikan penampilan terbaik. Alunan lagu yang dibawakan membuat suasana semakin hidup dan menunjukkan bahwa seni suara masih memiliki ruang yang kuat di tengah masyarakat Bukittinggi.
Juri Nilai Vokal dan Penghayatan
Kualitas penilaian dalam lomba tersebut diperkuat dengan kehadiran tiga juri yang berpengalaman di bidang seni suara, yakni Linda Rusli, Elmianti, dan Bung Alex.
Penilaian tidak hanya berfokus pada kualitas vokal. Para juri juga memperhatikan penghayatan peserta terhadap lagu yang dibawakan.
Dengan demikian, peserta dituntut tidak sekadar memiliki suara yang baik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dan jiwa lagu kepada penonton.
Hasilnya, Okta Ventina berhasil meraih juara pertama kategori Pop Indonesia. Posisi kedua ditempati Maikel, sedangkan Arnis meraih juara ketiga.
Pada kategori Lagu Minang, Anton keluar sebagai juara pertama. Armen berada di posisi kedua dan Indra Tanjung meraih juara ketiga.
Para pemenang mendapatkan piagam penghargaan dan piala sebagai bentuk apresiasi atas penampilan serta kerja keras mereka dalam mengikuti perlombaan.
Bukan Sekadar Mencari Juara
Ketua Pelaksana kegiatan, Hidayatullah, menegaskan bahwa lomba tersebut memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar kompetisi.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi, persaudaraan, dan kebersamaan melalui seni suara.
“Kegiatan ini wadah silaturahmi dalam membangun persaudaraan dan kebersamaan, sementara seni suara adalah napas budaya kita. Jangan biarkan suara tenggelam tanpa ruang kreasi. Ini bukti bahwa Bukittinggi masih memiliki api seni yang menyala dan tugas kita menjaga api itu agar terus menerangi generasi mendatang,” ujar Hidayatullah.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ruang pertunjukan seni dipandang penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas seniman dan pencinta musik di daerah.
Okta Ventina Bawa Pulang Juara
Bagi Okta Ventina, kemenangan sebagai juara pertama kategori Pop Indonesia menjadi pengalaman yang menyentuh perjalanan bernyanyinya.
Ia mengaku tidak menyangka aktivitas bernyanyi yang dijalaninya dapat membawanya hingga meraih penghargaan dalam kegiatan tersebut.
“Saya tidak pernah membayangkan perjalanan bernyanyi saya sampai pada titik ini. Panggung ini bukan hanya memberi saya penghargaan, tetapi juga mengajarkan bahwa setiap nada yang saya lantunkan harus membawa makna, bukan sekadar bunyi yang indah di telinga pendengar,” kata Okta.
Hipakad Dukung Seniman Bukittinggi
Dukungan terhadap kegiatan juga datang dari Loli Kurniaty, pihak sponsor sekaligus Ketua DPC Hipakad Bukittinggi.
Ia menyebut dukungan terhadap kegiatan seni bukan hanya bentuk bantuan terhadap sebuah acara. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga identitas budaya Bukittinggi.
“Kami hadir bukan semata menyalurkan dukungan, tetapi untuk berinvestasi pada masa depan budaya Bukittinggi. Ketika kita mendukung seniman, kita sedang menjaga identitas kota wisata ini agar tetap hidup dan dikenal oleh dunia luar,” ujar Loli.
Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan yang mempertemukan para seniman dan pencinta seni suara.
Semua Peserta Dinilai Punya Nilai
Dewan juri Linda Rusli mengatakan penilaian tidak semata-mata ditujukan untuk mencari peserta dengan suara paling indah.
Menurutnya, kemampuan menghidupkan lagu dan menyentuh perasaan penonton juga menjadi bagian penting dalam penampilan peserta.
“Kami tidak hanya mencari pemenang dengan suara paling indah. Kami mencari jiwa yang mampu menghidupkan lagu, menyentuh hati audiens yang hadir. Semua peserta yang hadir sudah menjadi pemenang karena mereka berani menampilkan karya terbaik mereka di panggung ini,” ujar Linda.
Lomba tersebut akhirnya tidak hanya menghasilkan enam nama sebagai juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut mempertemukan para pelaku seni, membuka ruang kreativitas, dan memperkuat kebersamaan melalui musik.
Perpaduan kategori Pop Indonesia dan Lagu Minang juga memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan kemampuan mereka sekaligus memperlihatkan keberagaman warna musik yang hadir dalam kegiatan seni suara di Bukittinggi.
Bagi penyelenggara dan pihak pendukung, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga seni tetap hidup. Bukittinggi tidak hanya dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga memiliki ruang bagi seniman untuk berkarya, bertemu, dan memperkuat budaya melalui seni suara. (YamanLbs)





