SIMPANG EMPAT, Mikanews.id — Sebanyak 40 tenaga kerja konstruksi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Kerja Bidang Konstruksi yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pasaman Barat.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 5-6 November 2026, di Aula Homestay Mika Syariah, Simpang Empat. Bimtek dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail, mewakili Bupati Pasaman Barat.
Hadir sebagai narasumber, Hendra Alexander dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Dalam sambutannya, Doddy menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) konstruksi menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur di Pasaman Barat berjalan berkualitas dan berdaya saing.
“Bimtek ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini langkah strategis untuk memastikan tenaga kerja konstruksi kita profesional, kompeten, dan mampu menghasilkan infrastruktur yang handal dan membanggakan daerah,” tegas Doddy, Kamis (5/11/2026).
Ia meminta seluruh peserta mengikuti bimtek secara serius agar materi yang diperoleh benar-benar dapat diaplikasikan di lapangan, khususnya pada pekerjaan jalan dan infrastruktur lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Pasaman Barat, Bambang Sumarsono menjelaskan, bimtek ini merupakan bagian dari program kerja Dinas PUPR Tahun Anggaran 2026 sekaligus amanat regulasi pemerintah.
Ia merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan atas PP Nomor 22 Tahun 2020 sebagai pelaksanaan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Dalam regulasi itu, pembinaan jasa konstruksi meliputi pengaturan, pemberdayaan, dan pengawasan, yang dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah sesuai kewenangannya.
Ketua Pelaksana, Nasril, ST, MT, menambahkan, bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi SDM tenaga kerja bidang infrastruktur.
“Kami berharap pembekalan ini tidak berhenti di ruangan ini saja, tetapi benar-benar diimplementasikan peserta di daerahnya masing-masing, demi meningkatkan kualitas jasa konstruksi di Pasaman Barat,” ujar Nasril.
Bimtek ditutup dengan harapan seluruh peserta mampu menjadi tenaga konstruksi yang tersertifikasi, profesional, dan siap mendukung pembangunan Pasaman Barat yang lebih maju. (Yelpi)





