PASAMAN BARAT, mikanews.id – Penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Posyandu hingga tingkat nagari dan jorong menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasaman. Untuk mempelajari pelaksanaannya, rombongan Kabupaten Pasaman melakukan kunjungan studi tiru ke Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan tersebut disambut Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, didampingi Ketua Bidang IV TP-PKK Pasbar, Ny. Erisa Dody San Ismail, jajaran TP-PKK, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Pertemuan berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat. Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kerja sama kedua daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat.
Ketua Tim Pembina Posyandu Pasbar, Ny. Sifrowati Yulianto, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai, hubungan historis antara Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman sebagai daerah pemekaran dan kabupaten induk menjadi salah satu alasan penting untuk terus memperkuat hubungan dan saling berbagi pengetahuan.
Menurut Sifrowati, penerapan enam bidang SPM tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah nagari hingga masyarakat.
“Melalui penerapan enam bidang SPM, Posyandu diharapkan menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu. Kader memiliki peran strategis dalam mendata, mengidentifikasi, dan menyampaikan berbagai persoalan serta kebutuhan masyarakat kepada perangkat daerah terkait,” ujar Sifrowati.
Posyandu Tak Lagi Hanya Mengurus Kesehatan
Salah satu hal penting dalam penerapan program ini adalah perluasan peran kader Posyandu. Mereka tidak hanya bertugas membantu pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi bagian dari pendataan berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
Peran tersebut mencakup pengenalan persoalan pendidikan, kondisi tempat tinggal, infrastruktur lingkungan, keamanan, hingga kebutuhan perlindungan sosial.
Pendataan yang dilakukan kader diharapkan membantu pemerintah mengetahui persoalan masyarakat secara lebih cepat dan tepat. Dengan demikian, perangkat daerah terkait dapat menindaklanjuti kebutuhan sesuai bidang tugas masing-masing.
Penguatan pelayanan Posyandu ini juga diharapkan mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui pemantauan, pendampingan, dan pelayanan masyarakat yang lebih terintegrasi.
Enam Bidang SPM Menjangkau Kebutuhan Masyarakat
Dalam penerapannya, enam bidang SPM yang menjadi perhatian meliputi:
- Bidang Kesehatan
Pelayanan mencakup seluruh tahapan kehidupan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia. Kegiatannya meliputi imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak, pencegahan stunting, serta penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui Posyandu.
- Bidang Pendidikan
Kader membantu mengidentifikasi kebutuhan pendidikan anak usia dini (PAUD), mencegah anak putus sekolah, serta memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pendidikan dan tumbuh kembang anak.
- Bidang Pekerjaan Umum
Pendataan diarahkan pada kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, seperti akses air minum layak, sanitasi, pengelolaan sampah, dan saluran drainase.
- Bidang Perumahan Rakyat
Pendataan mencakup rumah tidak layak huni (RTLH), kebutuhan perbaikan rumah, fasilitas sanitasi, serta ketersediaan jamban sehat.
- Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas)
Fokusnya meliputi dukungan terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta perlindungan terhadap kelompok rentan.
- Bidang Sosial
Pendataan dilakukan untuk mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan pelayanan, bantuan, dan perlindungan sosial.
Kabupaten Pasaman Harapkan Kerja Sama Berlanjut
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pasaman, Ny. Lusi Welly Suhery, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan penerimaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
Ia berharap kunjungan tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat sinergi antardaerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu dan penerapan enam bidang SPM.
Setelah pertemuan dan diskusi, rombongan Kabupaten Pasaman melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Posyandu Pujo Rahayu.
Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan terpadu berbasis enam bidang SPM.
Melalui studi tiru ini, pengalaman Kabupaten Pasaman Barat diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Kabupaten Pasaman dalam mengembangkan pelayanan dasar masyarakat yang lebih terpadu hingga tingkat nagari dan jorong. (Aulia)





