PASAMAN, Mikanews.id — Banjir bandang di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, menimbulkan kerusakan pada rumah warga, lahan pertanian, kolam ikan, serta sarana air bersih.
Pemerintah Kabupaten Pasaman langsung melakukan penanganan pascabencana. Wakil Bupati Pasaman bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau lokasi terdampak pada Sabtu (19/9/2026), sehari setelah banjir terjadi.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi kerusakan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat setelah bencana.
17 Rumah Terdampak Banjir
Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 17 rumah warga terdampak genangan banjir.
Sebanyak tujuh rumah berada di Kampung Parit, sedangkan 10 rumah lainnya berada di Tolang Dolok.
Selain terdampak genangan, terdapat rumah warga yang mengalami kerusakan sehingga untuk sementara tidak dapat ditempati.
Dampak banjir juga dirasakan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perikanan.
Lima Hektare Sawah Tertimbun Material
Sekitar lima hektare tanaman padi di Kampung Parit terdampak banjir. Tanaman tertimbun pasir, batu, dan kayu berukuran besar yang terbawa arus.
Tanaman jagung sekitar 10 pancang juga ikut terdampak karena tertutup material banjir.
Kerugian juga dialami pemilik kolam ikan. Sebanyak 12 kolam ikan masyarakat terdampak, dengan seluruh ikan dilaporkan hanyut terbawa arus.
Bendungan Rusak, Air Bersih Terputus
Banjir juga merusak sarana air bersih dan Bendungan Aek Koronok Gunung Ledang.
Bagian hulu mengalami kerusakan hingga menyebabkan bendungan runtuh. Kondisi tersebut membuat pasokan air bersih untuk masyarakat Kampung Parit terputus.
Pemerintah daerah bersama OPD terkait melakukan penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Satu Warga Masih Dicari
Di tengah penanganan dampak banjir, satu warga bernama Amrianto (49), warga Tolang Dolok, Jorong Tonang Raya, dilaporkan menjadi korban dan hingga kini masih dalam proses pencarian.
Pencarian dilakukan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Nagari, dan masyarakat setempat.
Keterlibatan masyarakat setempat dinilai penting karena warga mengetahui kondisi serta karakter medan di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Pasaman meminta seluruh tim terus melanjutkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.
“Koordinasi dan komunikasi harus terus dilakukan. Pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang harus dilanjutkan bersama seluruh tim yang telah dibentuk,” ujar Wakil Bupati.
Pemkab Salurkan Bantuan
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan berupa logistik dan sembako untuk dimanfaatkan bersama oleh masyarakat yang terdampak bencana.
Sejumlah OPD turut mendampingi peninjauan, antara lain Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, PDAM, Dinas Sosial, serta Baznas Kabupaten Pasaman.
Pemerintah Kabupaten Pasaman juga telah mengajukan bantuan logistik kepada BPBD Provinsi Sumatera Barat. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir.
Nagari Diminta Cepat Laporkan Bencana
Selain penanganan di lapangan, Wakil Bupati menekankan pentingnya kecepatan Pemerintah Nagari dalam menyampaikan laporan setiap kejadian bencana.
“Pemerintah Nagari harus cepat dan tanggap melaporkan setiap kejadian bencana. Jangan sampai pemerintah justru mengetahui informasi setelah pemberitaan atau informasi berkembang di masyarakat,” tegasnya.
Ia meminta setiap data kejadian terlebih dahulu diverifikasi dan divalidasi bersama SKPD teknis.
Data tersebut kemudian disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan.
Pemerintah Kabupaten Pasaman memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk menangani dampak banjir sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
(St.M)





