BerandaBERITAHUT RI ke-81 dan Damai Aceh XXI: Doa Bersama di Masjid Raya...

HUT RI ke-81 dan Damai Aceh XXI: Doa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman

BANDA ACEH | mikanews — HUT RI ke-81 dan Hari Damai Aceh ke-21 diperingati dengan suasana khidmat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Polda Aceh bersama masyarakat menggelar salat Subuh berjamaah dan zikir bersama sebagai bentuk syukur sekaligus ikhtiar menjaga perdamaian di Aceh.

Ribuan warga bersama personel Polda Aceh memenuhi ruang utama dan halaman Masjid Raya Baiturrahman. Mereka berdiri dalam satu barisan tanpa membedakan seragam maupun pakaian yang dikenakan.

Usai salat Subuh, kegiatan dilanjutkan dengan zikir bersama. Doa dipanjatkan agar Aceh senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, dan keberkahan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Damai Aceh ke-21, sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Dua momentum tersebut dipertemukan dalam satu pesan: kemerdekaan harus diisi dengan persatuan, sedangkan perdamaian harus dirawat bersama.

Bagi masyarakat Aceh, perdamaian yang telah berlangsung lebih dari dua dekade merupakan bagian penting dari perjalanan daerah.

Karena itu, perdamaian tidak cukup hanya diperingati setiap tahun. Perdamaian membutuhkan komitmen untuk menjaga kerukunan dan mencegah kembali munculnya perpecahan.

Personel Polda Aceh hadir bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., turut hadir dan menyampaikan pesan resmi mewakili jajaran kepolisian.

Kehadiran aparat bersama warga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Masjid Raya Baiturrahman menjadi ruang pertemuan yang memperlihatkan bahwa menjaga keamanan dan perdamaian bukan hanya tanggung jawab aparat.

Masyarakat juga memiliki peran penting melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah persatuan.

Joko Krisdiyanto menegaskan bahwa perdamaian Aceh harus terus dirawat.

“Perdamaian bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus kita rawat bersama. Melalui kebersamaan, silaturahmi dan doa, kita berharap Aceh senantiasa diberikan kedamaian, keamanan, dan keberkahan dalam bingkai NKRI.”

Pesan tersebut menempatkan perdamaian sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga memiliki peran dalam menjaga kondisi Aceh tetap aman dan harmonis.

Peringatan tersebut berlangsung ketika masyarakat Indonesia juga menghadapi musibah gempa di Nusa Tenggara Timur.

Kondisi itu menjadi pengingat bahwa persatuan dibutuhkan bukan hanya ketika bangsa sedang merayakan keberhasilan, tetapi juga ketika sebagian masyarakat menghadapi kesulitan.

Kebersamaan masyarakat Aceh di Masjid Raya Baiturrahman menjadi simbol solidaritas dalam kehidupan berbangsa.

Semangat gotong royong dan saling membantu diharapkan dapat terus tumbuh di berbagai daerah, termasuk bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana di Flores.

Momentum tersebut membawa pesan bahwa kemerdekaan dan perdamaian memiliki satu fondasi penting: persatuan.

Ketika masyarakat dan aparat dapat berdiri bersama, perbedaan tidak harus menjadi sumber perpecahan. Perbedaan justru dapat menjadi kekuatan ketika di satukan oleh kepentingan bersama.

Dari Masjid Raya Baiturrahman, pesan itu kembali ditegaskan: perdamaian Aceh adalah amanah yang harus dijaga, sedangkan persatuan Indonesia adalah tanggung jawab seluruh rakyat. (Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini