BerandaNASIONALMahyeldi dan IKA Lemhannas Perkuat Nasionalisme Generasi Muda Sumbar

Mahyeldi dan IKA Lemhannas Perkuat Nasionalisme Generasi Muda Sumbar

PADANG | Mikanews.id — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah memperkuat sinergi dengan Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKA Lemhannas) Republik Indonesia untuk menanamkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme kepada generasi muda.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas saat Mahyeldi menerima kunjungan Ketua Umum IKA Lemhannas RI Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA., PhD., IPU., bersama jajaran di Istana Gubernur, Jumat (21/8/2026).

Pertemuan itu juga membahas upaya membangun karakter dan kepemimpinan generasi muda melalui pendidikan kebangsaan serta pengenalan sejarah perjuangan bangsa.

Mahyeldi menilai Sumatera Barat memiliki hubungan kuat dengan sejarah perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, sejarah tersebut perlu dikenalkan secara lebih dekat kepada generasi muda.

Mahyeldi Soroti Sejarah Bela Negara

Mahyeldi menyebut Purnomo Yusgiantoro memiliki hubungan erat dengan Sumatera Barat. Salah satunya berkaitan dengan Monumen Bela Negara di Kabupaten Lima Puluh Kota yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Purnomo.

“Memang beliau ini mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Sumatera Barat. Termasuk juga Hari Bela Negara, yang jatuh pada tanggal 19 Desember,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, Pemprov Sumbar sedang mempersiapkan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Bela Negara. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung mulai 19 Desember hingga 15 Januari.

Ia berharap rangkaian kegiatan itu tidak hanya menjadi acara seremonial. Peringatan tersebut harus menjadi kesempatan untuk memahami kembali sejarah perjuangan bangsa dan menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Dengan tahu dan paham tentang sejarah, mudah-mudahan generasi muda bisa lebih menghargai apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dan para pejuang kita,” katanya.

Mahyeldi menegaskan, Sumbar memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia. Daerah ini tidak hanya melahirkan sejumlah tokoh nasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan keberadaan pemerintahan Indonesia.

Salah satu peristiwa yang disoroti adalah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda II.

“Ketika Bung Karno dan Bung Hatta ditawan, Jakarta dikuasai, masyarakat Sumatera Barat menjawab bahwa Indonesia masih ada. Yaitu dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia,” jelasnya.

Mahyeldi menyebut perjalanan PDRI berlangsung selama 207 hari. Pemerintahan darurat tersebut menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan pemerintahan dan kedaulatan Indonesia melalui gerakan perjuangan di berbagai wilayah Sumbar hingga Riau.

Sejarah Diminta Masuk Ruang Pendidikan

Mahyeldi mengatakan nilai perjuangan tersebut perlu diwariskan kepada generasi muda. Salah satu caranya dengan memperkuat pembelajaran sejarah di sekolah.

Selain pembelajaran di ruang kelas, situs-situs bersejarah juga didorong menjadi bagian dari destinasi pembelajaran bagi peserta didik.

Menurut Mahyeldi, pendekatan tersebut dapat membuat generasi muda tidak hanya mengetahui nama dan tanggal peristiwa sejarah, tetapi juga memahami perjuangan yang melatarbelakanginya.

Dalam upaya tersebut, Mahyeldi menilai IKA Lemhannas memiliki potensi menjadi mitra strategis Pemprov Sumbar.

Kerja sama dapat diarahkan untuk memperkuat pendidikan kebangsaan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter generasi muda.

Mahyeldi Ceritakan Pendidikan Lemhannas

Dalam pertemuan itu, Mahyeldi juga menceritakan pengalamannya mengikuti pendidikan Lemhannas ketika masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang pada 2012.

Menurutnya, pendidikan Lemhannas memberikan pembekalan penting bagi pemimpin daerah. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui teori, tetapi juga diskusi, penulisan, presentasi, serta pembelajaran bersama narasumber.

“Memang sangat perlu hal seperti itu, karena kepala daerah berasal dari profesi dan latar belakang yang sangat berbeda. Mereka perlu pembekalan sebelum bertugas,” ujarnya.

Mahyeldi juga mendorong alumni Paskibraka ikut mengambil peran dalam membangun nasionalisme generasi muda.

Para alumni Paskibraka diharapkan dapat berkontribusi di sekolah-sekolah untuk membina siswa, meningkatkan semangat kebangsaan, serta memperkuat kecintaan terhadap NKRI.

Rakerda IKA Lemhannas Sumbar Diharapkan Hasilkan Program Nyata

Mahyeldi menyambut baik rencana Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IKA Lemhannas Provinsi Sumbar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Ia berharap Rakerda tersebut tidak hanya menghasilkan agenda organisasi, tetapi juga program konkret yang dapat dijalankan bersama Pemprov Sumbar.

Fokus kerja sama diharapkan mencakup pendidikan kebangsaan, kepemimpinan, dan penguatan karakter generasi muda.

Sementara itu, Ketua Umum IKA Lemhannas RI Purnomo Yusgiantoro mengapresiasi sambutan Pemprov Sumbar dalam kunjungannya bersama jajaran DPP IKA Lemhannas RI.

Purnomo menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda menghadiri Rakerda IKA Lemhannas Provinsi Sumbar.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih atas sambutan yang begitu sungguh-sungguh. Kami merasa terhormat dapat hadir di tempat ini,” ungkapnya.

Purnomo berharap komunikasi antara IKA Lemhannas dan Pemprov Sumbar semakin kuat.

Ia juga meminta dukungan Mahyeldi agar IKA Lemhannas Sumbar dapat terus berkembang dan menjadi penghubung yang efektif antara organisasi alumni di daerah dengan IKA Lemhannas di tingkat pusat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Bunda PAUD Provinsi Sumbar Hj. Harneli Mahyeldi, seluruh unsur Forkopimda Provinsi Sumbar, Ketua IKA Lemhannas Provinsi Sumbar Prof. Dr. Ir. Nasfrizal Carlo, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, sejumlah kepala OPD Provinsi Sumbar, serta jajaran DPP IKA Lemhannas RI. (Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini