BerandaDAERAHMUI Pasaman Barat Gelar Musda III, Soroti Moralitas Umat dan Regenerasi Ulama

MUI Pasaman Barat Gelar Musda III, Soroti Moralitas Umat dan Regenerasi Ulama

PASAMAN BARAT, Mikanews.id — MUI Pasaman Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, Sabtu (31/10/2026).

Musda tersebut menjadi momentum penting bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman Barat untuk mengevaluasi kepengurusan periode 2020–2025 sekaligus menentukan arah organisasi untuk lima tahun berikutnya.

Mengusung tema “Mengukuhkan Peran MUI dalam Menjaga Persatuan dan Moralitas Umat di Pasaman Barat”, Musda juga menjadi forum pemilihan dan penetapan kepengurusan MUI Pasaman Barat periode 2026–2031.

Mewakili Bupati Pasaman Barat, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Getri Ardenis, berharap Musda III dapat memperkuat persatuan, kebersamaan, dan silaturahmi di lingkungan MUI.

Menurut Getri, MUI memiliki posisi strategis sebagai wadah para ulama yang dapat ikut memperkuat persaudaraan dan persatuan umat.

Ia berharap kepengurusan baru yang terpilih melalui Musda dapat ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama dan mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik.

Getri juga mengajak seluruh peserta Musda mengedepankan nilai kebaikan dan ketakwaan dalam menjalankan tugas organisasi.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, kata dia, siap memperkuat sinergi dengan MUI dalam mendukung pembangunan daerah yang maju, sejahtera, berkeadilan, serta berlandaskan nilai agama dan budaya.

MUI Soroti Kompleksitas Persoalan Moralitas Umat

Sekretaris Umum MUI Sumatera Barat, Buya Ki Jal Atri Tanjung, menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum MUI Sumbar yang tidak dapat hadir karena sedang mengalami musibah.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat serta jajaran MUI daerah dalam menjalankan pembinaan keumatan dan menjaga persatuan masyarakat.

Menurutnya, tantangan dalam menjaga moralitas umat semakin kompleks. Kondisi tersebut membutuhkan kebersamaan antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan keumatan dapat dihadapi secara bersama-sama.

MUI Pasbar Minta Dukungan Pembinaan Umat

Dalam sambutan MUI Kabupaten Pasaman Barat yang disampaikan Dr. Zawil Huda, organisasi tersebut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan terhadap pelaksanaan Musda III.

Zawil menjelaskan, selama periode 2020–2025, MUI Pasaman Barat telah berupaya menjalankan fungsi pembinaan serta memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait berbagai persoalan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Salah satu persoalan yang disebut adalah LGBT yang menurut MUI membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

MUI juga berkontribusi dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat, termasuk membantu menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan khatib.

Namun, pelaksanaan kegiatan organisasi selama ini menghadapi keterbatasan anggaran. Sebagian besar kegiatan masih mengandalkan iuran dan swadaya pengurus.

Karena itu, MUI berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan anggaran yang lebih terarah agar program pembinaan umat dan kegiatan keulamaan dapat berjalan lebih optimal.

Zawil juga menilai perhatian terhadap kesejahteraan ulama perlu ditingkatkan. Para ulama selama ini menjalankan pembinaan keagamaan hingga ke berbagai pelosok nagari.

Regenerasi Ulama Jadi Perhatian

Selain persoalan pembinaan umat, MUI Pasaman Barat juga menyoroti pentingnya regenerasi ulama.

Zawil Huda menekankan perlunya pembinaan dan pemberdayaan putra daerah yang sedang menempuh pendidikan agama di berbagai negara.

Beberapa negara yang disebut antara lain Mesir, Maroko, Madinah, dan Yordania.

Mereka diharapkan dapat kembali ke Pasaman Barat setelah menyelesaikan pendidikan dan melanjutkan pengabdian dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

Tiga Agenda Utama Musda III

Ketua Panitia Musda III MUI Pasaman Barat, Ustad Awal Usman, mengatakan pelaksanaan Musda berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MUI.

Pelaksanaan Musda juga mengacu pada Peraturan Organisasi MUI Nomor 1/PO-Tripp MUI/6/2025 tentang Pedoman Pemilihan Pengurus MUI.

Selain itu, kegiatan tersebut berdasarkan SK Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Pasaman Barat Nomor 01/SK/Panitia MUI-PB/9/2026 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana Musda III Tahun 2026.

Awal Usman menyebut terdapat tiga agenda utama dalam Musda III.

Pertama, menerima dan mengevaluasi laporan pertanggungjawaban Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Pasaman Barat periode 2020–2025.

Kedua, menyusun garis-garis besar program kerja dan rekomendasi organisasi untuk lima tahun mendatang.

Ketiga, memilih dan menetapkan Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Pasaman Barat periode 2026–2031.

Musda III tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi dasar untuk memperkuat peran MUI dalam pembinaan umat, menjaga persatuan, serta menghadapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan di Pasaman Barat. (Aulia)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini