Medan | Mikanews : Polrestabes Medan secara resmi meluncurkan Operasi Patuh Toba 2026 pada Senin (26/10/2026) pagi, melalui Apel Gelar Pasukan yang digelar di Lapangan Apel Polrestabes Medan.
Operasi ini akan berlangsung selama dua minggu ke depan, hingga tanggal 8 November 2026, dengan tujuan meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah Kota Medan.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Kota Medan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Sofyan (mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas), Sekretaris Dinas Kominfo Budi Hariono, serta jajaran perangkat daerah lainnya termasuk Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
Amanat Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dibacakan oleh Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen.
Sembilan sasaran utama pelanggaran:
Operasi ini memfokuskan penindakan terhadap sembilan jenis pelanggaran yang paling berisiko menimbulkan kecelakaan:
1. Menggunakan ponsel saat berkendara
2. Mengemudi di bawah umur
3. Membawa penumpang di atas kabin angkutan umum
4. Tidak menggunakan helm SNI
5. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol
6. Melawan arus lalu lintas
7. Tidak menggunakan sabuk keselamatan
8. Berkendara ugal-ugalan serta kendaraan ODOL
9. Berkendara tanpa STNK dan pelat nomor resmi
Pendekatan edukatif dan humanis diutamakan:
Amanat Kapolrestabes Medan menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak.
“Keselamatan berkendara harus menjadi kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban saat ada razia,” demikian pesan tertulis Kapolrestabes Medan.
Seluruh personel diinstruksikan mengedepankan sikap simpatik, edukasi, dan pelayanan yang humanis, serta menghindari sikap arogan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.
Sinergi lintas instansi diperkuat: Operasi ini melibatkan personel gabungan dari TNI AD, Denpom, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait.
Kegiatan mencakup deteksi dini di titik rawan, sosialisasi langsung kepada masyarakat, serta penegakan hukum berbasis sistem elektronik.
Masyarakat juga diimbau waspada terhadap berita tidak benar terkait pelaksanaan operasi ini dan senantiasa memverifikasi informasi dari sumber resmi.
Diharapkan, melalui sinergi dan kesadaran bersama, budaya tertib berlalu lintas di Kota Medan semakin meningkat, angka kecelakaan dapat ditekan, dan tercipta jalan raya yang aman, tertib, serta nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
(End)





