Pasaman Barat, Mikanews.id | Sekian lama menghadapi kerusakan badan jalan dan fasilitas lainnya akibat bencana. Mulai tahun anggaran 2026, jalan menghubungkan Pasaman Barat dengan Kabupaten Pasaman, akan diperbaiki.
Jalur tersebut bukan sekadar penghubung antar kecamatan, tapi ruas jalan Pasaman Barat – Pasaman, menjadi akses penting bagi pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi kedua daerah.
Kerusakan paling berat di wilayah Pasaman Barat tercatat berada di kawasan Rimbo Kejahatan, Nagari Kajai, Pasangging, Nagari Talu, serta Polongan Enam, Nagari Talu, Kecamatan Talamau. Sejumlah titik lainnya juga mengalami kerusakan hingga menuju wilayah Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman.
Kerusakan itu terjadi setelah bencana yang melanda kawasan tersebut pada penghujung 2025. Kondisi badan jalan dan sejumlah bagian pendukungnya kemudian membutuhkan penanganan agar fungsi jalan dapat kembali berjalan dengan baik.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah I Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Donny Eka Putra, katakan, pekerjaan rehabilitasi telah dimulai.
Pekerjaan sudah dimulai oleh pihak kontraktor.
Rehabilitasi ruas jalan penghubung dua kabupaten, malah jalan lintas bagi bus ALS dari Medan ke Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang, dipercayakan kepada PT Karyatama Sarana Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp11.327.515.983.
Pekerjaan juga diarahkan pada penanganan lereng yang rawan longsor serta perbaikan fasilitas penunjang jalan, sehingga jalur tersebut dapat kembali memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna. (gmz)





