Pasbar | Mikanews : Gencar memberantas praktik ilegal yang merusak alam, Polres Pasaman Barat kembali mengerahkan personelnya menyusuri kawasan hutan dan aliran sungai di Kecamatan Gunung Tuleh.
Patroli gabungan yang berlangsung dari Senin malam hingga Selasa pagi ini menemukan indikasi kuat adanya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), meskipun pelaku tidak di temukan di lokasi saat pemeriksaan berlangsung.
Tim patroli yang terdiri dari personel Satreskrim Polres Pasaman Barat dibantu anggota Polsek Gunung Tuleh harus menembus medan berat, menaiki bukit, dan menyusuri jalur terjal di tengah hutan belantara.
Meskipun tak menemukan kegiatan penambangan yang sedang berjalan, mata petugas menangkap bukti nyata berupa lubang-lubang bekas galian yang cukup dalam, pondok semi permanen tempat istirahat, serta peralatan pendukung yang ditinggalkan begitu saja.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari program rutin dan berkelanjutan untuk memutus mata rantai keberadaan PETI di wilayah hukumnya.
Menurut Agung, sasaran pengawasan bukan hanya pelaku di lapangan, tetapi juga pihak-pihak di balik layar yang membiayai dan memfasilitasi kegiatan ilegal tersebut.
“Kawasan Gunung Tuleh dan sekitarnya tetap menjadi prioritas pengawasan kami. Kami ingin mempersempit ruang gerak para pelaku serta memastikan tidak ada celah yang bisa di manfaatkan untuk merusak lingkungan dan melanggar aturan perundang-undangan,” ujar AKBP Agung Tribawanto.
Baca juga:Â Heboh Isu 24 Dokter RSUD Pasaman Barat Mogok Kerja, Dinkes Beri Penjelasan
Kondisi di lokasi menunjukkan bahwa aktivitas tersebut kemungkinan besar baru saja dilakukan atau berjalan secara bergilir.
Pintu-pintu pondok terlihat masih baru, tumpukan tanah bekas kerukan masih segar, dan sisa-sisa peralatan mengindikasikan kawasan ini aktif digunakan.
Namun, kosongnya lokasi dari keberadaan manusia menimbulkan dugaan adanya informasi bocor atau sistem jaga-jaga yang diterapkan pelaku untuk mengelabui aparat.
Meski begitu, polisi belum menarik kesimpulan akhir dan terus mendalami jejak yang ada.
Sebagai langkah tegas agar lokasi ini tidak kembali di manfaatkan, petugas langsung melakukan pemusnahan terhadap fasilitas yang di temukan.
Sejumlah bangunan pondok, kotak kayu penyimpan alat, hingga jerigen-jerigen minyak bakar diratakan ke tanah dan di biarkan rusak total.
“Pemusnahan fasilitas ini bertujuan agar mereka tidak kembali beroperasi di titik yang sama. Kami ingin pesan yang tersampaikan jelas; wilayah ini terjaga ketat dan tidak akan kami biarkan dirusak. Kerusakan pada hutan dan sungai akan berdampak panjang bagi kesejahteraan masyarakat, maka tanggung jawab menjaganya harus kita pikul bersama,” tegas Kapolres.
Kapolres Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk terus menggelar operasi serangan fajar, patroli malam, maupun penyisiran mendadak di titik-titik rawan. Penindakan tegas akan terus dilakukan demi menjaga kelestarian sumber daya alam.
Pihak kepolisian juga membuka lebar saluran komunikasi bagi seluruh elemen masyarakat.
Masyarakat diimbau tidak ragu melaporkan informasi jika melihat aktivitas mencurigakan, karena peran serta warga menjadi kunci keberhasilan dalam menegakkan hukum dan menjaga warisan alam Pasaman Barat untuk generasi mendatang.
(Akir)




