BerandaDAERAHSiapkan Kemandirian Fiskal 2027, Pemdes Mundam Marap Fokus Optimalisasi PADes

Siapkan Kemandirian Fiskal 2027, Pemdes Mundam Marap Fokus Optimalisasi PADes

MUKOMUKO | mikanews  — Pemerintah Desa Mundam Marap, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, mulai menyiapkan kemandirian fiskal untuk tahun anggaran 2027.

Langkah itu ditempuh dengan memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes) agar keuangan desa tidak hanya bertumpu pada dana transfer.

Persiapan tersebut dilakukan saat Pemdes Mundam Marap masih merealisasikan Perubahan APBDes 2026. Namun, kebutuhan anggaran tahun berikutnya sudah mulai dihitung agar desa memiliki gambaran sumber pendapatan yang harus disiapkan.

Sekretaris Desa Mundam Marap, Dedi Riansyah, mengatakan kemampuan desa dalam mengelola keuangan harus dipersiapkan sejak awal. Menurutnya, salah satu kunci untuk memperkuat kemampuan fiskal  tersebut adalah meningkatkan PADes.

“Kedepan, desa diminta mandiri dalam mengatur keuangannya. Kemampuan fiskal ini harus kami pikirkan secara serius, apalagi ada komposisi belanja yang mengatur persentase 30 persen untuk belanja pegawai dan 70 persen untuk belanja lainnya. Kuncinya ada pada optimalisasi PADes sebagai penopang keuangan desa,” ungkap Dedi, kepada awak media di kantornya, 10/09/26

Berdasarkan perhitungan sementara, Mundam Marap membutuhkan total pendapatan di atas Rp1,1 miliar pada 2027 agar komposisi belanja tersebut tetap terjaga.

Dari proyeksi penerimaan, Alokasi Dana Desa (ADD) diperkirakan sebesar Rp440 juta. Sementara Dana Desa (DD) diperkirakan berada di kisaran Rp260 juta.

Dengan angka tersebut, PADes harus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan pendapatan desa. Pemdes Mundam Marap memproyeksikan PADes perlu berada di atas Rp300 juta.

Besaran kebutuhan itu masih berkaitan dengan akumulasi Silpa PAD pada 2026.

Dedi menjelaskan, apabila Silpa PAD masih berada di angka Rp100 juta untuk realisasi belanja 2026, maka PADes yang harus disiapkan pada 2027 minimal Rp250 juta.

“Perimbangannya sangat bergantung pada berapa akumulasi Silpa PAD Mundam Marap tahun ini. Kalau Silpa PAD masih di angka Rp100 juta untuk realisasi belanja 2026, maka PADes 2027 harus berada di angka minimal Rp250 juta,” terang Dedi.

Untuk mencapai target kemandirian fiskal , pemerintah desa menyiapkan langkah untuk menggali sumber pendapatan baru dari potensi yang dimiliki Mundam Marap.

Potensi desa akan dipetakan secara detail. Selanjutnya, sumber-sumber pendapatan tersebut akan diatur melalui Peraturan Desa tentang sumber-sumber PADes.

Langkah ini disiapkan agar pengelolaan potensi pendapatan desa memiliki dasar aturan yang jelas dan dapat dilaksanakan secara sah serta tertib.

Selain menggali potensi baru, Pemdes Mundam Marap juga akan mengoptimalkan program Ketahanan Pangan Desa yang telah berjalan.

Program tersebut berupa pengelolaan Sapi Ketahanan Pangan. Pengelolaannya akan diatur melalui Perdes tersendiri sehingga hasil program diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap PADes.

Bagi Pemdes Mundam Marap, peningkatan PADes menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan desa membiayai kebutuhannya sendiri.

“Kami ingin desa benar-benar mandiri dalam keuangan, tidak hanya bergantung pada dana transfer, tapi mampu menopang pembangunannya sendiri lewat PADes yang kuat,” ujar Dedi.

Dengan proyeksi pendapatan di atas Rp1,1 miliar, ADD sekitar Rp440 juta, dan Dana Desa sekitar Rp260 juta, penguatan PADes menjadi pekerjaan penting menjelang penyusunan anggaran 2027.

Dalam perhitungan tersebut, PADes diproyeksikan di atas Rp300 juta. Sementara jika Silpa PAD 2026 berada di angka Rp100 juta, kebutuhan minimal PADes 2027 diperkirakan Rp250 juta.

Pemdes Mundam Marap kini menyiapkan penguatan PADes sebagai pijakan menuju kemandirian fiskal 2027, dengan menggali potensi desa dan mengoptimalkan pengelolaan Sapi Ketahanan Pangan. (Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini