BerandaDAERAHTanggapi Mogok Dokter, Bupati Yulianto Pimpin Rapat Darurat: Layanan RSUD Pasbar Dijamin...

Tanggapi Mogok Dokter, Bupati Yulianto Pimpin Rapat Darurat: Layanan RSUD Pasbar Dijamin Normal Mulai Kamis

Pasbar | Mikanews : Situasi insiden yang mengakibatkan kelumpuhan total pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat akibat aksi mogok kerja para dokter pada Rabu (3/6/2026), yang sempat memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat.

Di mana ribuan pasien yang sudah menempuh perjalanan jauh terpaksa pulang ke rumah tanpa mendapatkan penanganan medis.

Menanggapi situasi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bertindak cepat dan serius.

Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, mengambil langkah tegas dengan langsung memimpin rapat koordinasi khusus yang digelar di kediaman resminya pada Rabu sore.

Pertemuan ini menghadirkan seluruh pihak terkait guna mencari solusi tuntas dan memastikan roda pelayanan kesehatan segera berputar kembali normal demi kepentingan warga.

Usai memimpin jalannya pembahasan, Bupati H. Yulianto memberikan kepastian yang menjadi angin segar bagi seluruh masyarakat Pasaman Barat.

Yulianto menegaskan bahwa persoalan yang memicu penghentian layanan telah dibahas bersama dan ditemukan titik terangnya.

“Semua pihak sudah kami panggil dan dudukkan bersama untuk mendengarkan kendala yang ada. Alhamdulillah, kesepakatan telah tercapai. InsyaAllah besok, Kamis 4 Juni 2026, seluruh layanan poli dan pelayanan medis di RSUD Pasaman Barat sudah kembali berjalan seperti sedia kala dan melayani masyarakat,” tegas Yulianto kepada wartawan.

Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas keluhan warga yang membludak pasca berhentinya operasional rumah sakit rujukan utama daerah ini.

Bupati menilai kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia yang kedudukannya tidak bisa ditawar, ditunda, maupun di korbankan karena alasan apa pun.

Dalam pertemuan tersebut, setiap elemen diberi ruang untuk menyampaikan kendala dan harapan maupun solusi.

Baca juga: PETI Gunung Tuleh Diburu, Polres Pasaman Barat Temukan Jejak Tambang Emas Ilegal di Dalam Hutan

Setelah mendengar semuanya, pemerintah daerah memfasilitasi jalan tengah agar hak masyarakat untuk sembuh tetap terjamin, sementara persoalan internal diselesaikan melalui jalur yang lebih baik dan tidak merugikan publik.

“Prinsip pemerintah daerah sangat jelas: pelayanan kesehatan adalah hak mutlak warga. Segala perbedaan atau kendala yang muncul harus diselesaikan di ruang diskusi, bukan di ruang pelayanan yang merugikan pasien. Semua pihak wajib mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun pribadi,” tambah Yulianto.

Dengan adanya solusi dan kesepakatan bersama tersebut, Pemkab Pasaman Barat kini penuh optimisme.

Mulai Kamis pagi, pintu-pintu ruang periksa kembali dibuka, antrean pelayanan dikembalikan seperti jadwal semula, dan masyarakat bisa kembali berobat dengan tenang.

Tindakan sigap Bupati Yulianto ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pelayanan publik.

Tidak hanya di sektor kesehatan, namun juga di layanan lain yang menjadi kebutuhan vital warga.

Yulianto pun menutup pernyataannya dengan pesan agar keresahan yang sempat melanda kini bisa di kesampingkan.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi khawatir. Datanglah kembali untuk berobat, RSUD Pasaman Barat siap melayani dengan sepenuh hati. Ke depannya kita pastikan insiden seperti ini tidak terulang lagi, agar fasilitas yang kita bangun bersama tetap menjadi rumah sakit kebanggaan dan tempat berlindung seluruh warga Pasaman Barat,” pungkas Bupati H. Yulianto mengakhiri.

(Akir)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini