mikanews – TNI Angkatan Darat (TNI AD) melalui Kodim 0428/Mukomuko memulai pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Pembangunan ditandai dengan kegiatan ground breaking atau peletakan titik nol pada Kamis (6/6/2026).
Komandan Koramil (Danramil) 428-02/Ipuh, Kapten Inf Afrian, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda yang digagas pemerintah pusat bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Jembatan Kelopak 1 di Desa Tanjung Jaya dibangun melalui Program Jembatan Garuda yang dilaksanakan oleh TNI AD melalui satuan kewilayahan,” ujar Kapten Afrian kepada awak media usai kegiatan ground breaking.
Ia menjelaskan, jembatan yang saat ini masih menggunakan konstruksi kayu dan mengalami kerusakan akan ditingkatkan menjadi jembatan beton yang lebih kokoh dan aman untuk digunakan masyarakat.
“Jembatan Kelopak 1 akan dibangun menjadi jembatan beton. Saat ini kondisinya masih berupa jembatan kayu yang sudah mulai mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan peningkatan,” jelasnya.

Menurut Afrian, keberadaan jembatan memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat karena menjadi akses penghubung antarwilayah di Kecamatan Ipuh.
“Jembatan merupakan infrastruktur yang sangat vital karena menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ipuh. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan memelihara jembatan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Jaya, Fajar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI AD atas pembangunan jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
Ia menilai peningkatan jembatan dari konstruksi kayu menjadi beton akan memberikan dampak positif bagi kelancaran transportasi dan distribusi hasil perkebunan warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AD yang telah membangun jembatan di desa kami. Dengan adanya jembatan beton ini, masyarakat akan lebih mudah mengangkut hasil perkebunan serta memperlancar akses transportasi menuju desa-desa tetangga,” ujar Fajar.





