BerandaDAERAHDesa Cantik 2026 Diluncurkan: 3 Nagari di Pasaman Siap Jadi Pusat Data...

Desa Cantik 2026 Diluncurkan: 3 Nagari di Pasaman Siap Jadi Pusat Data Digital

PASAMAN | Mikanews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman resmi mencanangkan Program Desa/Nagari Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026.

Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan data serta mendorong pemanfaatan digitalisasi hingga ke tingkat nagari.

Pencanangan tersebut digelar di Aula Kantor Camat Lubuksikaping, Kamis (23/4/2026), sekaligus menetapkan 3 nagari sebagai lokus baru, yakni Nagari Durian Tinggi, Nagari Panti Selatan, dan Nagari Pauh.

Ketiga nagari ini diharapkan mampu menjadi percontohan dalam peningkatan kualitas data di masa mendatang.

Wakil Bupati Pasaman, Parulian, menegaskan bahwa data yang akurat dari tingkat nagari memiliki peran krusial dalam menjawab berbagai tantangan global yang kian kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi yang pesat.

Menurutnya, ketersediaan data yang valid menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Data yang kuat dinilai mampu menekan angka kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasaman ke depan.

Baca juga: Stunting Pasaman Barat 12,4 Persen: 4.056 Balita Terdampak, Ribuan Hidup Rentan

Ia juga menekankan bahwa nagari memegang peran strategis sebagai ujung tombak dalam penyediaan data berkualitas. Tidak hanya untuk kebutuhan daerah, tetapi juga dalam mendukung berbagai program nasional.

Dalam waktu dekat, Pasaman akan menghadapi dua agenda besar, yakni Registrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Sensus Ekonomi Tahun 2026 (SE2026). Kedua program tersebut membutuhkan dukungan data yang akurat dan mutakhir hingga ke tingkat kejorongan dan nagari.

Parulian menjelaskan, DTSEN akan menjadi basis data terpadu untuk mendukung kebijakan perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran. Sementara itu, SE2026 akan memberikan gambaran menyeluruh terkait kondisi perekonomian masyarakat, termasuk potensi usaha hingga ke tingkat nagari.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan utama masih terletak pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) di tingkat kejorongan dan nagari dalam mengelola serta memanfaatkan data secara optimal. Kualitas data, menurutnya, sangat bergantung pada kapasitas aparatur dalam proses pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatannya.

Melalui Program Desa Cantik, pemerintah mendorong nagari tidak hanya menjadi objek pendataan, melainkan juga berperan aktif sebagai subjek dalam pengelolaan data.

Dengan demikian, nagari diharapkan mampu menghasilkan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pasaman, Nita Andriyani, menyampaikan bahwa BPS memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi statistik, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik serta Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI).

Ia menjelaskan, Program Desa Cantik merupakan salah satu bentuk pembinaan statistik yang bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur nagari dalam pengelolaan dan pemanfaatan data. Sehingga perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Sejak tahun 2024, implementasi Desa Cantik di Pasaman telah menunjukkan perkembangan positif. Nagari Jambak dan Nagari Tanjung Beringin sebelumnya telah memulai penguatan kapasitas pengelolaan data, dan diharapkan pada tahun 2026 ini, 3 nagari yang ditunjuk dapat melanjutkan serta memperkuat capaian tersebut.

Program Desa Cantik juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan strategis nasional seperti DTSEN dan SE2026. Dalam program ini, nagari tidak hanya berperan sebagai objek pendataan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menghasilkan data berkualitas.

Adapun output yang dihasilkan dari program ini meliputi terselenggaranya pengelolaan statistik di tingkat nagari/desa/kelurahan, seperti penyusunan monografi atau profil desa, publikasi statistik, hingga pengembangan website nagari.

Selain itu, akan terbentuk agen-agen statistik yang telah mendapatkan pembinaan, serta pemberian piagam penghargaan bagi nagari/desa/kelurahan dalam penyelenggaraan statistik.

Nita Andriyani menambahkan, terpilihnya 3 nagari di Pasaman tersebut diharapkan mampu menjadi nagari percontohan dalam pemanfaatan data di tingkat pemerintahan nagari, sekaligus mendorong lahirnya pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.

Dalam jangka panjang, program ini ditargetkan mampu meningkatkan kapabilitas nagari dalam menyusun kebijakan berbasis data, sehingga pembangunan di Kabupaten Pasaman dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Pencanangan Program Desa/Nagari Cantik Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan beduk oleh Wakil Bupati Parulian bersama Kepala BPS Nita Andriyani, didampingi Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Kepala DPM Teddy Marta, Sekretaris Bappeda Rahmat Gusveri, Camat Lubuk Sikaping, Camat Panti, serta para wali nagari dari Durian Tinggi, Panti Selatan, dan Pauh.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan PIN kepada agen-agen statistik dari tiga kenagarian tersebut.(St.M)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini