BerandaDAERAHUltimatum Mentan: Harga TBS Sawit Wajib Naik, Ratusan Perusahaan Akan Diperiksa

Ultimatum Mentan: Harga TBS Sawit Wajib Naik, Ratusan Perusahaan Akan Diperiksa

Jakarta | Mikanews : Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengeluarkan perintah tegas agar harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit segera dikembalikan ke tingkat wajar, bahkan dinaikkan, menyusul kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia dan penguatan nilai tukar dolar AS.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Pengembangan dan Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Rapat dihadiri perwakilan petani, pengusaha, eksportir, Satgas Pangan Polri, serta Ditreskrimsus dari 25 provinsi sentra sawit.

“Hari ini kita sepakat tidak ada lagi harga yang turun. Harus naik seperti kondisi semula. Bahkan bila perlu naik lebih tinggi. Nilai dolar menguat lebih dari 10 persen, jadi minimal harga menyesuaikan itu,” tegas Mentan Amran.

Ia menilai penurunan harga TBS belakangan ini adalah anomali.

Data menunjukkan harga CPO dunia naik 47 persen dan kurs dolar menguat lebih dari 10 persen, namun harga di tingkat petani sempat turun hingga 17 persen.

Kondisi ini dinilai merugikan sekitar 15 juta petani sawit di Indonesia.

Pemeriksaan terhadap Perusahaan yang Melanggar

Pemerintah tidak akan berkompromi. Sebanyak 270 hingga 300 perusahaan yang diduga belum menyesuaikan harga sesuai ketentuan daerah akan diperiksa secara ketat. Data pelanggar akan diserahkan kepada Ditreskrimsus seluruh Polda untuk di tindaklanjuti.

Langkah ini juga merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya membela kesejahteraan petani.

“Perintah Presiden sangat jelas: bela petani. Harga harus kembali normal dan naik sekitar 10 persen mengikuti pergerakan pasar,” tambahnya.

Hingga saat ini, sekitar 70 persen harga di daerah sudah mulai pulih, namun pemerintah mendorong penyesuaian menyeluruh agar tidak ada lagi selisih yang merugikan petani.

Mentan menegaskan pemerintah berperan sebagai penengah agar ekosistem usaha sawit berjalan adil: petani sejahtera, pengusaha juga berkembang. Di sisi lain, pengembangan hilirisasi sawit juga terus diperkuat agar Indonesia semakin kuat sebagai pengendali pasar dunia.

(Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini