Oleh: Dr. Ikhwanri, M.Pd (Dosen IAI Yaptip Chadijah Ismail)
Mikanews.id | Selama ini struktur keuangan Pasbar masih sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Penurunan yang terjadi di tahun 2026 bukan sekadar masalah satu tahun ini saja, melainkan menjadi tanda awal sekaligus pengingat dalam menyongsong penyusunan anggaran tahun 2027, (Selasa,16/6/26).
Jika tidak ada perubahan strategi yang mendasar, kondisi ini bisa berlanjut atau bahkan menjadi lebih berat di tahun mendatang. Oleh karena itu, langkah perbaikan yang dilakukan saat ini harus menjadi fondasi yang kokoh bagi pelaksanaan anggaran tahun 2027 nanti.
Menurut penulis, dalam situasi keuangan yang semakin terbatas, dibutuhkan terobosan yang terencana dan terukur. Segala upaya yang dijalankan sekarang harus ditujukan agar pada tahun 2027 daerah tidak lagi hanya menunggu bantuan dari luar, tetapi sudah memiliki sumber kekuatan sendiri.
Beberapa langkah strategis untuk penanganan saat ini dan persiapan menuju 2027 sebagai berikut:
- Tingkatkan Pendapatan Daerah, Siapkan Hasil untuk 2027
Peningkatan pendapatan tidak boleh bersifat sesaat, melainkan dirancang agar mulai memberikan kontribusi nyata pada anggaran tahun 2027. Beberapa hal yang bisa dijalankan:
– Mengelola lahan milik daerah: Kebun Tanah Kas Desa seluas 128 hektar di Muara Kiawai yang perlu diremajakan, ditambah lahan kosong sekitar 50 hektar di lokasi yang sama, menjadi aset paling potensial. Jika proses penanaman dan pemeliharaan segera dimulai tahun ini, hasilnya sudah dapat mulai masuk dan dicatat sebagai pendapatan tetap dalam struktur anggaran 2027.
– Selesaikan aset yang terbengkalai: Pembangunan mes Pemda di Ulak Karang Padang yang sudah terdanai lebih dari Rp3 miliar, serta mes di Simpang Empat yang sementara difungsikan sebagai kantor, harus segera diselesaikan paling lambat akhir tahun 2026. Dengan begitu, kedua fasilitas ini sudah dapat dioperasionalkan dan menyumbang pemasukan sejak awal tahun 2027.
– Lakukan inventarisasi aset secara menyeluruh: Sebelum penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 dimulai, pemerintah daerah harus memiliki data lengkap aset mana saja yang bisa dioptimalkan agar tidak ada kekayaan daerah yang menganggur tanpa nilai ekonomi.
- Lakukan Penghematan, Susun Pola Belanja untuk 2027
Anggaran yang semakin terbatas menuntut perubahan cara belanja yang harus menjadi kebiasaan baru saat menyusun anggaran 2027 nanti:
– Pangkas seluruh belanja yang tidak mendesak, bersifat seremonial, atau tidak berdampak langsung pada kepentingan masyarakat luas.
– Jadikan prinsip prioritas sebagai dasar utama penyusunan anggaran 2027: alokasi dana harus lebih banyak ditujukan untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), pemeliharaan infrastruktur, serta program-program yang mampu meningkatkan pendapatan daerah sendiri.
– Setiap rupiah yang dibelanjakan harus dihitung manfaatnya agar tidak terjadi pemborosan di tengah keterbatasan.
- Perkuat Kemitraan untuk Mendukung Anggaran 2027
Untuk melengkapi kekurangan dana dan memperkuat posisi anggaran tahun depan, perlu dibangun komunikasi dan kerja sama yang aktif mulai sekarang:
– Dengan pemerintah pusat dan provinsi: Segera susun dan ajukan proposal lengkap mengenai kondisi serta rencana pembangunan daerah. Hal ini membuka peluang untuk mendapatkan dukungan khusus atau alokasi tambahan yang bisa dimasukkan dalam perhitungan anggaran tahun 2027.
– Dengan pihak swasta dan investor: Berikan kepastian hukum, kemudahan layanan, dan jaminan keamanan berusaha agar minat berinvestasi di Pasbar meningkat. Masuknya investasi baru akan memperluas basis ekonomi daerah dan menambah potensi penerimaan pajak daerah di tahun mendatang.
– Dengan dunia usaha lokal: Libatkan perusahaan perkebunan, pabrik kelapa sawit, serta lembaga perbankan untuk berkontribusi melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Kontribusi ini bisa mendukung program pembangunan sehingga tidak membebani alokasi anggaran daerah di tahun 2027.
Penurunan TKD tahun 2026 adalah tantangan sekaligus kesempatan emas bagi Kabupaten Pasaman Barat. Semua upaya perbaikan yang dilakukan sekarang tidak hanya bertahan untuk tahun ini saja, melainkan menjadi investasi utama dalam menyusun anggaran yang lebih sehat dan mandiri di tahun 2027
mendatang. Jika dikelola dengan kesungguhan dan perencanaan yang matang, keterbatasan saat ini justru akan melahirkan fondasi keuangan daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan ke depannya…..semoga!





