Kompas Jiwa di Tengah Ilmu
Jangan biarkan ilmu dijadikan alat oportunis
hanya memburu untung sesaat, tanpa prinsip tegak berdiri
literasi lahir bukan sekadar hafal aksara
tapi menumbuhkan ideologi yang berakar pada nilai luhur
Literasi bukan saja sekadar bisa membaca dan menulis
ia lebih dari itu — mampu mengembangkan jiwa dalam pergaulan
berinteraksi dengan akhlak yang mulia, tutur kata yang santun
menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan meluaskan jaringan silaturahmi
Membaca yang sehat — bukan sekadar melahap kata
memilih cahaya yang menerangi akal dan menyejukkan hati
Menulis yang hebat — bukan sekadar merangkai kalimat
menyampaikan kebenaran, mengukir harapan, dan memikul tanggung jawab
Namun semuanya butuh tempat yang bermartabat
perpustakaan yang terbuka, bukan sekadar gudang buku usang
rumah bagi setiap pencari kebenaran
tempat kompas pengetahuan tetap terjaga arahnya
Di sini generasi tumbuh tanpa kompromi
tak terombang-ambing arus yang samar arah
tak terjebak dalam keputusan yang kabur dan abstrak
karena pengetahuan telah menjadi landasan yang kokoh
Membaca memberi pandangan
menulis menguatkan pendirian
perpustakaan menjaga arah
silaturahmi menyatukan hati
agar setiap langkah berjalan lurus menuju masa depan
by; ZOELNASTI.





