BerandaNASIONALGapura Oja Sikong Rusak, Polsek Sepatan Fasilitasi Musyawarah, Pemilik Alat Berat Siap...

Gapura Oja Sikong Rusak, Polsek Sepatan Fasilitasi Musyawarah, Pemilik Alat Berat Siap Perbaiki Total

Tangerang | Mikanews : Kehebohan video dugaan kerusakan gapura kawasan Oja Sikong, Desa Sarakan, yang sempat menyebar luas di jagat maya kini menemukan titik terang.

Polsek Sepatan bersama Pemerintah Desa Sarakan menggelar musyawarah penyelesaian pada Selasa (21/7/2026) guna menuntaskan persoalan yang diduga akibat serempetan alat berat ekskavator jenis Kobelco saat melintas.

Rapat berlangsung di suasana kekeluargaan dan dihadiri Kepala Desa Sarakan Halimi, Kanit Reskrim Polsek Sepatan Ipda Arqi Afiandi, S.H., personel kepolisian, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, Ketua RW setempat, pemilik usaha alat berat bernama Riki, perwakilan teknis Dinas Tata Ruang dan Bangunan, terlihat juga beberapa jurnalis yang hadir.

Gapura tersebut dibangun pada tahun 2024 menggunakan anggaran pemerintah daerah.

Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi ke polisi, pihak kepolisian menegaskan tetap mengawasi dan akan menindak tegas jika ditemukan unsur pidana perusakan aset negara berdasarkan hasil penyelidikan.“Kami tegaskan, setiap kerusakan terhadap fasilitas umum milik pemerintah akan kami proses sesuai aturan jika terbukti ada pelanggaran hukum,” ujar Ipda Arqi Afiandi.

Namun lewat dialog yang terbuka, pihak pemilik alat berat secara sukarela mengakui tanggung jawab dan bersedia memperbaiki seluruh kerusakan. Kesediaan ini dituangkan dalam surat pernyataan tertulis dengan mengikuti standar teknis dari DTRB.

Teknis perbaikan yang disepakati: panel GRC yang rusak akan diganti baru lewat pemesanan khusus, sedangkan rangka besi berongga pada kolom dan balok wajib diganti total demi menjamin kekuatan struktur.

Pihak teknis juga menyarankan peninggian gapura mengingat bangunan ini sudah beberapa kali mengalami benturan serupa.

Di akhir pertemuan, Ipda Arqi mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih berhati-hati saat melintas di area fasilitas umum.

“Mari kita sadari, aset daerah ini dibangun dari uang rakyat. Sudah menjadi kewajiban bersama untuk merawatnya agar tidak cepat rusak. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Musyawarah ini ditutup dengan kesepakatan penuh bahwa perbaikan akan segera dilaksanakan sesuai standar keselamatan yang berlaku.
(Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini