BerandaDAERAHSekda Pasbar Perkuat Perang Lawan TB, Edukasi Jadi Kunci Eliminasi 2030

Sekda Pasbar Perkuat Perang Lawan TB, Edukasi Jadi Kunci Eliminasi 2030

PASAMAN BARAT – Mikanews.id | Sekda Pasaman Barat menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB). Tanpa komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang efektif, upaya pencegahan maupun pengobatan penyakit tersebut dinilai tidak akan berjalan maksimal.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, saat membuka kegiatan penguatan kolaborasi lintas sektor dalam percepatan eliminasi tuberkulosis melalui penerapan Public Private Mix (PPM), perluasan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), serta penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) TB di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (6/8).
SekdaKegiatan tersebut diikuti oleh Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam pengendalian TB di Kabupaten Pasaman Barat.
Sekda Pasaman Barat mengatakan keberhasilan pengendalian TB tidak hanya ditentukan oleh pelayanan medis, tetapi juga bergantung pada kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai penyakit tersebut.

“Jika komunikasi, informasi, dan edukasi tidak berjalan dengan baik, maka upaya pencegahan dan penanganan tuberkulosis tidak akan maksimal.

Karena itu, petugas kesehatan harus mampu memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat,” ujar Doddy.

Ia menjelaskan, pengobatan tuberkulosis memerlukan waktu minimal enam bulan.

Karena itu, pasien harus menjalani terapi secara disiplin hingga selesai agar pengobatan berhasil dan risiko penularan dapat ditekan.

Menurutnya, peran tenaga kesehatan dan dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam memastikan pasien tidak menghentikan pengobatan sebelum waktunya.

sekdaSekda Pasaman Barat juga menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap anggota keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

Langkah tersebut perlu disertai dengan pemberian terapi pencegahan agar potensi penularan di lingkungan keluarga dapat diminimalkan.

Selain itu, Doddy mengungkapkan bahwa kondisi sosial dan budaya masyarakat yang beragam di Pasaman Barat menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan edukasi kesehatan.

Oleh sebab itu, metode penyuluhan harus disesuaikan dengan karakteristik masyarakat di setiap wilayah agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik.

Ia juga mengingatkan adanya sejumlah faktor yang dapat memperburuk kondisi penderita tuberkulosis, di antaranya kebiasaan merokok, rendahnya kesadaran menjaga kesehatan, serta penyakit penyerta seperti HIV yang dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Dalam kesempatan itu, Doddy mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis yang menargetkan Indonesia mencapai eliminasi TB pada tahun 2030.

Untuk mendukung target nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan TB dilakukan secara terpadu.

Di akhir kegiatan, Doddy meminta seluruh peserta memperkuat implementasi Public Private Mix (PPM), memperluas cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), serta memastikan pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) TB berjalan secara terukur, berkelanjutan, dan mampu mempercepat eliminasi tuberkulosis di Kabupaten Pasaman Barat.(*)

(Yelpi)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini