Pasaman Barat, Mikanews.id | Ketua DPRD Pasaman Barat, Dirwansyah, Jumat (14/8) pagi pimpin sekaligus membuka sidang paripurna istimewa dewan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden, Prabowo Subianto, di gedung DPRD setempat, Padangtujuh Simpang Empat.
Pidato kenegaraan Presiden, Prabowo Subianto, dilakukan dalam rapat paripurna MPR, selanjutnya pidato evaluasi kinerja presiden bersama kabinetnya dalam sidang bersama DPR dan DPD RI di gedung rakyat, Jakarta. Agenda tahunan dan penting ini disikapi di tingkat provinsi dan kabupaten atau kota, seperti Pasaman Barat.
Pada sidang paripurna DPRD Pasaman Barat, dihadiri Bupati, Yulianto, Wakil Bupati, M. Ihpan, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Dandim 0305 Pasaman, Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, diwakili Kasubbag Tata Usaha, Suharjo, Sekretaris Daerah, Doddy San Ismail,, pimpinan partai politik, kepala OPD di lingkungan Pemda Pasaman Barat, dan undangan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto, menyoroti pencapaian Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir, yang berhasil membangun infrastruktur secara masif dengan konsep Indonesia Sentris. “Hingga saat ini, kita telah membangun 366.000 kilometer jalan desa, 1,9 juta meter jembatan desa, 2.700 kilometer jalan tol baru, 6.000 kilometer jalan nasional, 50 pelabuhan dan bandara baru, serta 43 bendungan baru dan 1,1 juta hektar jaringan irigasi baru,” ujar Presiden.
Presiden juga mengakhiri keputusan pemerintah dalam menurunkan biaya logistik dari 24% menjadi 14% pada tahun 2025, yang berdampak pada peningkatan daya saing Indonesia dari peringkat 44 menjadi peringkat 27 pada tahun 2026.
Ketua DPRD Pasaman Barat, Dirwansyah, dalam berbagainya berharap agar momen HUT RI ke-81 ini, yang bertepatan dengan masa transisi kepemimpinan nasional, menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
Usai mendengarkan pidato kenegaraan Presiden, DPRD Pasaman Barat kembali menggelar rapat paripurna pada pukul dua siang, untuk mendengarkan pidato Presiden mengenai Rencana Strategis Pembangunan Nasional (RSPBN) tahun 2025.
Dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian kerja keras pemerintahannya dalam bidang swasembada pangan dan energi, penguatan ekonomi melalui peningkatan dividen BUMN serta aturan ojek online, dan penekanan pentingnya persatuan nasional.
“Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan sejak dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Presiden menjelaskan, 121 kebijakan transformatif tersebut dijalankan dalam 663 hari pemerintahan atau rata-rata satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Kebijakan-kebijakan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara, termasuk sejumlah persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, capaian tersebut merupakan hasil dari keberanian mengambil keputusan, kerja keras, kehendak yang jelas, serta gotong royong seluruh unsur bangsa. Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah belum dapat menyatakan seluruh persoalan bangsa telah selesai.
“Tetapi dalam waktu kurang dari 2 tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan,” kata Presiden.
Salah satu capaian yang disampaikan Presiden adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal empat hingga lima tahun. Delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.”
Apresiasi dan Penutup Mengapresiasi kerja keras jajaran menteri dan kabinet yang menghadapi beban kerja tinggi demi transformasi bangsa.Menegaskan kembali komitmen sumpah jabatan untuk memimpin dengan jujur dan mengutamakan kemakmuran rakyat.
Demikian antara lain poin utama pidato dari kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna MPR dan rapat paripurna bersama DPR dan DPD RI di rumah rakyat Indonesia, Jakarta, Jumat pagi sampai siang.
(gmz)





