BINTAN | mikanews — Tour de Bintan 2026 siap kembali menghidupkan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, melalui ajang balap sepeda internasional yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten Bintan mengajak seluruh masyarakat ikut menyukseskan event tersebut. Dukungan warga dinilai penting untuk menciptakan suasana meriah sekaligus menunjukkan keramahan Bintan kepada peserta dari berbagai negara.
Tour de Bintan 2026 tidak hanya diarahkan sebagai pertandingan olahraga. Event ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata Bintan dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Sepanjang jalur yang dilalui peserta, masyarakat diajak memberikan dukungan secara langsung. Warga juga dapat memasang umbul-umbul dan menghias lingkungan agar suasana perlombaan semakin semarak.
Sementara itu, Plaza Lagoi menjadi pusat kegiatan, termasuk lokasi start dan finish. Berbagai aktivitas pendukung disiapkan di kawasan tersebut, mulai dari pertunjukan hiburan, area kuliner khas, stan gaya hidup, kegiatan rekreasi hingga fasilitas pemulihan bagi peserta.
Kehadiran berbagai aktivitas tersebut membuat Tour de Bintan 2026 tidak hanya berpusat pada pebalap. Masyarakat dan pelaku usaha lokal juga mendapat ruang untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika menyatakan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan penyelenggaraan event internasional tersebut.
“Dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan atmosfer meriah sepanjang rute yang dilalui pebalap,” ujarnya.
Menurut Ronny, keterlibatan warga dapat memperkuat posisi Bintan sebagai daerah yang mampu menggabungkan olahraga, pariwisata, hiburan, dan aktivitas masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.
Dari sisi pariwisata, Tour de Bintan 2026 memberikan kesempatan bagi peserta dan wisatawan asing untuk melihat langsung kondisi Bintan. Keindahan alam, infrastruktur, serta keramahan masyarakat menjadi bagian dari pengalaman yang mereka dapatkan selama berada di daerah tersebut.
Event ini juga berpotensi mempercepat perputaran ekonomi selama pelaksanaan kegiatan. Aktivitas kuliner, produk UMKM, jasa parkir, transportasi, hingga penginapan menjadi bagian dari sektor yang dapat menerima dampak dari meningkatnya aktivitas wisatawan dan peserta.
Pelaku UMKM lokal pun memiliki kesempatan memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka kepada pengunjung. Dengan demikian, event olahraga tidak hanya menghasilkan tontonan, tetapi juga membuka ruang interaksi antara masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha.
Di sisi lain, penyelenggaraan event berskala internasional menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Bintan sebagai destinasi wisata olahraga.
Ronny menilai olahraga juga memiliki kekuatan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Warga yang berkumpul di sepanjang rute dan memberikan semangat kepada pebalap dapat menciptakan suasana kebersamaan.
“Ketika warga berdiri di pinggir jalan menyambut pebalap, mereka bukan sekadar menonton. Mereka ikut membangun suasana, menyemangati tamu, dan menunjukkan wajah ramah Bintan kepada dunia,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian dari pesan bahwa olahraga dapat menjadi sarana memperkuat persatuan dan semangat kebersamaan.
Selain menyaksikan perlombaan, masyarakat dapat menikmati hiburan dan berbagai aktivitas yang disiapkan di pusat kegiatan. Event tersebut juga diharapkan dapat mendorong minat masyarakat terhadap pola hidup sehat melalui olahraga bersepeda.
Tour de Bintan 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai siapa yang menjadi pemenang di lintasan. Event ini juga membawa misi untuk mempertemukan olahraga, pariwisata, aktivitas ekonomi, hiburan, dan partisipasi masyarakat dalam satu momentum.
Pemerintah Kabupaten Bintan mengajak masyarakat hadir dan memberikan dukungan selama pelaksanaan kegiatan.
“Hadir, dukung, dan nikmati, karena setiap warga Bintan adalah bagian dari keberhasilan Tour de Bintan 2026,” ajak Ronny.
Dengan dukungan masyarakat dan keterlibatan pelaku usaha lokal, Tour de Bintan 2026 diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pariwisata, ekonomi masyarakat, serta semangat kebersamaan di Kabupaten Bintan. (Syai)





