LIMA PULUH KOTA , Mikanews.id | Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah termasuk Provinsi Riau, Jambi, dan sekitarnya kini turut berdampak pada kualitas udara di Kabupaten Lima Puluh Kota. Menanggapi hal tersebut, Polres Lima Puluh Kota turun langsung ke tengah masyarakat membagikan masker secara gratis sebagai langkah nyata menjaga kesehatan warga (08/09/2026).
Kegiatan pembagian masker dilaksanakan pada Senin (7/9/2026, menyasar warga yang beraktivitas di luar rumah, pengendara sepeda motor, hingga pengemudi kendaraan roda empat di titik-titik yang terdampak kabut asap. Langkah ini sekaligus menjadi upaya preventif agar masyarakat terhindar dari risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Kapolres Lima Puluh Kota AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa kepedulian ini wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang sehat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap. Masker ini kami bagikan secara gratis agar warga dapat melindungi diri saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi paparan asap,” ungkap Kapolres.
Selain perlindungan diri, pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat turut bertanggung jawab mencegah kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di wilayah yang mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran yang meluas.
“Pencegahan karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat — ini butuh peran kita semua. Mari jaga lingkungan, hindari pembakaran yang dapat merugikan sesama dan berdampak buruk bagi kesehatan bersama,” tambahnya.
Tak hanya membagikan masker, personel Polres juga menyampaikan imbauan agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah bila kondisi asap semakin pekat. Masyarakat yang mulai merasakan keluhan kesehatan akibat paparan asap diingatkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Polres Lima Puluh Kota menegaskan komitmennya untuk terus hadir melayani, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perlindungan dan kepedulian saat masyarakat membutuhkan. Melalui kegiatan ini diharapkan warga lebih terlindungi, sekaligus tumbuh kesadaran bersama untuk mencegah karhutla sejak dari diri sendiri.(*)
(Mahwel)





