Jakarta | Mikanews : Anggota DPD RI dapil Bengkulu, Elisa Ermasari, mengangkat dua isu krusial, akurasi data kemiskinan dan akses pendidikan, dalam rapat kerja bersama Menteri Sosial RI dan Kepala BPS RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (15/9/2026).
Tiga Usulan untuk Bantuan yang Tepat Sasaran;
Elisa menyoroti persoalan akurasi data desil yang dinilai berdampak langsung pada ketepatan penyaluran bantuan sosial.
Kepada BPS RI, ia menyampaikan tiga usulan utama:
Pertama, Libatkan Pemerintah Tingkat Bawah, Ajak desa, kelurahan, hingga RT/RW terlibat langsung dalam pendataan karena merekalah yang paling memahami kondisi warga.
Ke-dua, Perbarui Data Setiap Bulan, Ubah pemutakhiran dari triwulanan menjadi bulanan agar perubahan ekonomi warga segera tercermin dan bansos tepat sasaran.
Ke-tiga, Sosialisasi Hingga ke Desa, Pastikan masyarakat memahami cara mengajukan perubahan data desil.
Elisa menekankan pentingnya koordinasi antara Kemensos dan BPS agar perubahan data berjalan lancar dan penyaluran bansos tidak terhambat.
Sekolah Rakyat: Percepatan, Kuota, dan Jaminan Keberlanjutan
Elisa juga mendesak percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mukomuko, serta usulkan penambahan kuota untuk jenjang SMP dan SMA.
Ia juga meminta kejelasan jaminan pendidikan lanjutan bagi lulusan SR, apakah akan mendapat dukungan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Tak hanya itu, Elisa mendorong Kemensos memprioritaskan anak-anak panti asuhan usia sekolah dasar untuk masuk Sekolah Rakyat, serta memperluas sosialisasi agar keluarga prasejahtera (desil 1 dan 2) mengetahui akses pendidikan ini.
“Bantuan sosial dan akses pendidikan harus benar-benar sampai kepada yang berhak. Ini soal keadilan bagi masyarakat di daerah,” tegas Elisa.
Rapat ini menjadi wadah strategis untuk memastikan kebijakan pusat benar-benar menjawab kebutuhan warga Bengkulu secara nyata dan adil.
(Red)





