Pasaman Barat, Mikanews.id — Festival Literasi Pasbar 2026 menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk memperkuat budaya membaca, meningkatkan kemampuan memahami informasi, serta mendorong lahirnya generasi yang kritis, kreatif, berkarakter, dan berdaya saing.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, saat membuka Festival Literasi Tingkat Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026 di Padang Tujuh, Selasa (15/9/2026).
Festival tersebut mengusung tema “Dari Literasi Mencapai Prestasi dan Pengetahuan Wujudkan Pasaman Barat Sejahtera.” Kegiatan ini diarahkan menjadi momentum untuk meningkatkan budaya membaca sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi di tengah perkembangan teknologi dan informasi.
M. Ihpan menegaskan bahwa literasi Pasbar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, serta terus belajar sepanjang hayat.
“Literasi harus mendorong kita dari sekadar tahu menjadi paham, dari sekadar percaya menjadi mampu memverifikasi, serta bijak melihat peluang dan mempertimbangkan risiko,” ujar M. Ihpan.
Ia juga mendorong generasi muda Pasaman Barat agar tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Generasi muda diharapkan mampu berkembang menjadi pencipta, inovator, sekaligus pemimpin yang adaptif dalam menghadapi era digital.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, menyampaikan bahwa pembangunan budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran dalam menyediakan fasilitas dan kebijakan. Sekolah berperan membangun budaya belajar, guru membimbing dan menginspirasi, orang tua mendampingi anak, sedangkan komunitas dapat menyediakan ruang kreativitas.
“Budaya literasi harus dimulai dari keluarga. Orang tua memiliki peran penting mengenalkan anak pada buku, cerita, pengetahuan, serta membangun kebiasaan belajar sejak dini. Literasi adalah gerakan bersama,” tegasnya.
Ny. Sifrowati juga menekankan pentingnya penguatan literasi karakter dan budaya. Kemajuan teknologi, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan nilai-nilai agama dan budaya.
Karena itu, gerakan literasi diharapkan terus diperkuat mulai dari keluarga, sekolah, nagari hingga lingkungan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang hidup, terbuka, dan produktif. Selain meningkatkan minat baca, upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya penulis-penulis muda dari Pasaman Barat.
Festival Literasi Pasbar 2026 turut dihadiri staf ahli, asisten dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kacabdin Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Camat Pasaman, Ketua GOW, Ketua DWP, Wali Nagari Aua Kuning, Bunda Literasi Kecamatan Pasaman, pegiat dan komunitas literasi, pustakawan, pendidik, peserta Festival Literasi, serta tamu undangan lainnya.(Aulia)





