BerandaDAERAHLiterasi SD Pasaman Barat Jadi Sorotan, Pemkab Gandeng Tanoto Foundation

Literasi SD Pasaman Barat Jadi Sorotan, Pemkab Gandeng Tanoto Foundation

PASAMAN BARAT, MIKANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar dengan menggandeng Tanoto Foundation melalui Replikasi Program PINTAR 1.0 Tahun 2026. Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar (SD), sekaligus memperkuat kompetensi guru dan kepemimpinan kepala sekolah.

Penguatan kerja sama tersebut dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Pasaman Barat M. Ihpan, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Regional Lead Tanoto Foundation Medi Yusva, serta pemangku kepentingan bidang pendidikan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah capaian literasi siswa SD di Pasaman Barat.

Berdasarkan data Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, indeks capaian literasi jenjang sekolah dasar pada 2025 tercatat sebesar 52,96.

Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas pembelajaran.

Peningkatan kemampuan membaca, memahami informasi, dan berhitung dinilai membutuhkan pembenahan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari kebijakan pemerintah daerah hingga praktik pembelajaran di ruang kelas.

Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Keberhasilannya membutuhkan keterlibatan tenaga pendidik, kepala sekolah, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia menyambut baik kolaborasi dengan Tanoto Foundation melalui Program PINTAR.

Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi guru, meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, serta mendorong kemampuan literasi dan numerasi siswa.

“Peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kerja sama semua pihak. Kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, dan kebijakan pendidikan yang tepat harus diperkuat secara bersamaan agar kualitas pembelajaran semakin baik,” ujarnya.

Ihpan juga menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan upaya penanganan stunting.

Dengan demikian, anak-anak Pasaman Barat tidak hanya memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi juga memiliki kondisi kesehatan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Ia menyebut investasi di bidang kesehatan dan pendidikan sebagai bagian penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Program PINTAR Sasar Guru hingga Kepala Sekolah

Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, menjelaskan bahwa Program PINTAR merupakan singkatan dari Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran.

Program ini dirancang melalui pendekatan menyeluruh. Penguatan dilakukan mulai dari kapasitas pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan hingga peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah.

Pada tingkat pemerintah daerah, Program PINTAR mendukung penguatan kemampuan dalam perencanaan, penganggaran, dan perumusan kebijakan pendidikan.

Tujuannya agar kebijakan dan alokasi anggaran pendidikan lebih tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Sementara di tingkat sekolah, program ini memberikan pelatihan kepada guru SD mengenai metode pembelajaran aktif, praktik pengajaran berbasis mata pelajaran, serta pendekatan pedagogi terstruktur, khususnya bagi guru kelas awal.

Melalui pendekatan student-centered learning atau pembelajaran yang berpusat pada siswa, peserta didik didorong lebih aktif selama proses belajar.

Siswa tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi juga dilibatkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan memahami pelajaran sesuai tahap perkembangannya.

Penguatan pembelajaran kelas awal menjadi perhatian khusus karena jenjang tersebut merupakan fondasi kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

Kemampuan dasar tersebut perlu dibangun melalui metode pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Selain guru, Program PINTAR juga menyasar peningkatan kapasitas kepala sekolah melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dan kepemimpinan berbasis data.

Kepala sekolah didorong mampu mengelola sumber daya, sarana dan prasarana, serta keuangan sekolah secara transparan, efektif, dan akuntabel.

Data hasil belajar siswa juga menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan. Dengan memanfaatkan data tersebut, kepala sekolah diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran dan menyusun program pengembangan sekolah secara lebih tepat.

12 Fasilitator Daerah Terima Sertifikat

Dalam kegiatan Replikasi Program PINTAR 1.0 Tahun 2026 tersebut, turut diserahkan sertifikat pelatihan kepada 12 fasilitator daerah Kabupaten Pasaman Barat.

Kedua belas fasilitator tersebut telah melalui proses pelatihan dan seleksi. Mereka diharapkan menjadi penggerak dalam memperluas penerapan praktik pembelajaran berkualitas di sekolah.

Para fasilitator juga dipersiapkan untuk mendampingi guru dan kepala sekolah dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif serta mendukung peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Melalui kolaborasi Pemkab Pasaman Barat dan Tanoto Foundation ini, penguatan pendidikan dasar diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi berlanjut pada perubahan nyata dalam proses pembelajaran di sekolah.

Capaian indeks literasi SD sebesar 52,96 pada 2025 menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong perbaikan mutu pendidikan dan mempersiapkan generasi Pasaman Barat yang lebih berkualitas. (Aulia)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini