Pasbar | Mikanews : Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 di Kabupaten Pasaman Barat terasa berbeda tahun ini. Selain upacara seremonial, Polresta Pasaman Barat menghadirkan kegiatan yang langsung menyentuh hati masyarakat:
Olahraga dan Kebersamaan.
Puncaknya terjadi pada Rabu (1/7/2026), saat Open Turnamen Mini Soccer “Bhayangkara Cup I” resmi ditutup di Lapangan Pemuda IMPPAS Tan Malaka, Jorong Patomuan, Nagari Talu.
Selama 26 hari berlaga, turnamen ini bukan hanya soal siapa yang juara, tapi tentang bagaimana sepak bola menjadi jembatan persaudaraan antar-pemuda dari Pasaman Barat dan Pasaman.
Kolaborasi Nyata: Polisi Percaya, Pemuda Berkarya
Yang membuat turnamen ini spesial adalah konsep pelaksanaannya.
Polsek Talamau tidak bekerja sendiri, melainkan memberikan kepercayaan penuh kepada Ikatan Muda Pemuda Patomuan (IMPPAS) sebagai panitia inti.
26 Hari Penuh Semangat di Lapangan Tan Malaka.
Kolaborasi Polisi dan Pemuda (IMPPAS) Buktikan Polri Hadir sebagai Mitra yang Humanis dan Dekat dengan Masyarakat.
Ini adalah bukti nyata pendekatan Polri Presisi:
Memberdayakan Pemuda: Memberi ruang bagi generasi muda untuk mengelola acara secara profesional.
Membangun Kepercayaan: Menunjukkan bahwa polisi dan pemuda bisa bersinergi menciptakan hal positif.
“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda mampu menyelenggarakan kegiatan yang tertib, profesional, dan bermanfaat,” kata Aulia Rahman, Ketua Panitia dari IMPPAS, dengan bangga.
Lebih dari Sekadar Pertandingan
Dengan diikuti 32 tim terbaik, lapangan Tan Malaka dipenuhi ratusan penonton yang antusias setiap harinya.
Suasana kompetitif tetap terjaga dengan semangat sportivitas tinggi.
Tidak ada keributan, hanya sorak-sorai dukungan dan jabat tangan persahabatan setelah wasit meniup peluit akhir.
Kapolsek Talamau, IPTU Fifriki Candra, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan makna di balik turnamen ini:
“Hari Bhayangkara bukan hanya momen refleksi internal Polri, tapi kesempatan mempererat kemitraan. Melalui Bhayangkara Cup I, kami hadir menyediakan ruang positif bagi pemuda untuk berprestasi dan memperkuat persaudaraan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan sinergi seperti inilah kuncinya.”ungkap Fifriki.
Mengapa Ini Penting?
Kesuksesan Bhayangkara Cup I mengajarkan kita bahwa:
Polri Itu Humanis;
Tidak hanya menindak, tapi juga memfasilitasi hobi dan bakat warga.
Pemuda Itu Potensial:
Dengan bimbingan yang tepat, pemuda bisa menjadi agen perubahan dan penjaga ketertiban di lingkungannya.
Sportivitas Mencegah Konflik: Olahraga menjadi wadah penyaluran energi positif, mengurangi potensi tawuran atau kenakalan remaja.
Terima kasih kepada seluruh peserta, sponsor, Pemerintah Nagari, dan warga Nagari Talu yang telah mendukung hingga acara berjalan aman dan kondusif.
Selamat kepada para juara! Namun pemenang sesungguhnya adalah persaudaraan kita semua.
Sampai jumpa di Bhayangkara Cup berikutnya.
(Aulia)





