Pasaman | Mikanews.id – 31 Mei 2026 – Dunia olahraga bela diri di Sumatera Barat kembali akan dihibahkan perhelatan akbar yang sangat dinantikan. Sebanyak 600 hingga 800 atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota dipastikan akan meramaikan Kejuaraan Daerah (Kejorda) FORKI sekaligus Kejuaraan Piala Ketua Umum FORKI Sumatera Barat Tahun 2026.
Ajang bergengsi ini akan digelar meriah mulai tanggal 26 hingga 28 Juni 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Tuanku Rao, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.
Mengusung semangat “Satukan Teknik, Kuatkan Sportivitas, Raih Prestasi untuk Sumatera Barat”, kompetisi ini bukan sekadar ajang adu kekuatan dan teknik, melainkan panggung emas untuk menjaring bibit-bibit unggul potensial. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pengujian kemampuan sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara keluarga besar karate se-Sumatera Barat.
Gagasan besar ini lahir berkat visi kuat Ketua Umum FORKI Sumatera Barat periode 2025–2029, Khairuddin Simanjuntak. Baginya, kejuaraan ini memiliki makna strategis bagi masa depan olahraga provinsi.
“Kejuaraan ini adalah ajang pembuktian dan persiapan nyata bagi para atlet untuk naik ke panggung yang lebih tinggi. Kami ingin menjamin bahwa Sumatera Barat selalu memiliki kader andalan yang siap membawa nama daerah dan bangsa harum di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Khairuddin Simanjuntak.
Pemilihan Kabupaten Pasaman sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Wilayah yang dihiasi Tugu Khatulistiwa Bonjol ini dikenal memiliki sejarah perjuangan dan budaya yang kuat. Nilai keberanian dan kegigihan yang melekat di tanah ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi juang bagi seluruh peserta yang bertanding.
Panitia pelaksana yang diketuai oleh AKP Tirto Edhi P, S.H, MM, kini tengah berpacu dalam persiapan. GOR Tuanku Rao sedang dibenahi secara menyeluruh agar memenuhi standar kompetisi resmi, menjamin kenyamanan dan keamanan bagi atlet, pelatih, ofisial, maupun penonton yang akan memadati lokasi.
Nantinya, seluruh cabang FORKI dari 18 hingga 19 kabupaten/kota di Sumbar akan mengirimkan kontingen terbaiknya. Pertandingan akan digelar untuk berbagai kategori, mulai dari usia dini, pemula, hingga dewasa, baik untuk nomor perorangan maupun beregu. Harapannya, dari ajang ini akan muncul wajah-wajah baru yang kelak menjadi tulang punggung kontingen Sumbar dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan tingkat nasional lainnya.
Baca juga: KOPUAK SITANGGUANG LAPA, TRADISI LELUHUR TERKAIT KETAHANAN PANGAN NAGARI DI SINURUIK
Berikut rincian perkembangan persiapan dan tujuan kegiatan sebagaimana diuraikan oleh panitia pelaksana:
🔹 Progres Persiapan: 70 Persen Sudah Siap
“Alhamdulillah, persiapan kami berjalan sangat baik dan kini sudah mencapai sekitar 70%. Panitia lokal telah terbentuk dengan struktur kerja yang jelas. Kami juga sudah melakukan pengecekan dan pembenahan fasilitas di GOR Tuanku Rao. Koordinasi terus kami bangun bersama Pengprov FORKI Sumbar, KONI, serta instansi terkait agar aspek teknis, keamanan, dan akomodasi terpenuhi sempurna tepat waktu,” ungkap panitia.
🔹 Mengapa Pasaman?
Ada tiga alasan utama Pasaman menjadi pilihan utama:
1. Membangkitkan Semangat Daerah: Penunjukan ini adalah perintah langsung Ketua Umum FORKI untuk menggelorakan kembali semangat dan prestasi karate di Pasaman.
2. Dukungan dan Fasilitas: Komitmen Pemkab Pasaman yang tinggi serta ketersediaan fasilitas GOR Tuanku Rao yang sangat layak untuk skala provinsi.
3. Pemerataan Olahraga: Agar kegiatan olahraga besar tidak hanya terpusat di kota-kota besar saja, sehingga atlet daerah bisa merasakan atmosfer kompetisi tingkat tinggi di lingkungan sendiri.
🔹 Potensi Peserta
“Kami memproyeksikan kehadiran 18–19 kontingen dengan total peserta mencapai 600 hingga 800 orang, belum termasuk ofisial, pelatih, dan tim wasit. Angka ini masih bisa bertambah besar seiring mendekati hari-H dan pelaksanaan rapat teknis,” tambahnya.
🔹 Dukungan Pemerintah Daerah
Pemkab Pasaman menunjukkan dukungan yang luar biasa besar. “Bapak Bupati dan Wakil Bupati sangat perhatian, mulai dari dukungan moril, perizinan, hingga fasilitas keamanan. Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dishub, hingga Satpol PP semuanya bergerak bersatu. Ini bukti nyata bahwa pembangunan SDM melalui olahraga adalah prioritas utama di Pasaman,” jelas panitia.
🔹 Target Prestasi dan Pembinaan
Ada dua sasaran besar yang ingin dicapai:
1. Prestasi: Mengantar atlet Pasaman meraih medali emas dan meloloskan diri ke dalam Pelatprov FORKI Sumbar.
2. Pembinaan: Menjadi pemicu semangat pembinaan atlet usia dini di seluruh dojo se-Pasaman agar terus melahirkan bibit berkualitas masa depan.
🔹 Pesan Menyentuh dari Panitia
Kepada para atlet, pesannya tegas namun penuh semangat: “Junjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat bushido. Menang jangan sombong, kalah jangan patah semangat.”
Bagi para pelatih: “Bimbinglah atlet dengan hati dan ilmu. Prestasi boleh dikejar, namun akhlak dan karakter adalah kemenangan yang sesungguhnya.”
Dan untuk rekan panitia: “Bekerjalah dengan ikhlas, kompak, dan profesional. Sebagai tuan rumah, mari kita tunjukkan keramahan dan sopan santun khas Pasaman agar semua peserta merasa seperti di rumah sendiri.”
Panitia berharap, Kejorda dan Piala Ketua Umum FORKI Sumbar 2026 ini akan menjadi sejarah indah yang berjalan lancar, aman, dan sukses gemilang.
Kepada seluruh masyarakat Pasaman dan sekitarnya, marilah penuhi GOR Tuanku Rao pada tanggal tersebut. Saksikan langsung keindahan seni bela diri karate dan dukung para pejuang muda kita dalam beraksi di atas matras.
(RMS)





