BerandaDAERAHGerakan Pangan Murah Pasaman Barat Diserbu Warga, Pemda Bergerak Kendalikan Inflasi

Gerakan Pangan Murah Pasaman Barat Diserbu Warga, Pemda Bergerak Kendalikan Inflasi

PASAMAN BARAT | Mikanews.id – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat dan Perum Bulog Cabang Bukittinggi mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Program tersebut dilaksanakan sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Gerakan Pangan Murah digelar di dua lokasi berbeda, yakni di Pasar Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, pada Rabu (17/6/2026) dan di Pasar Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan di Pasar Ujung Gading dibuka oleh Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Gusmalini. Sementara pelaksanaan di Pasar Kapa dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto.

Gerakan Pangan Murah Pasaman Barat merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia dan Bulog dalam menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Ketua TP PKK Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara seluruh pihak sehingga program tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata kolaborasi dalam menjaga keterjangkauan harga pangan serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi yang dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca juga: KASUS IJAZAH: Kuasa Hukum Tegaskan Penjemputan Tanpa Surat Langgar Prosedur; Curigai Ada Agenda Tertentu

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, inflasi Kabupaten Pasaman Barat pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy), serta 1,03 persen secara bulanan atau month to month (mtm).

Angka inflasi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga diperlukan langkah nyata untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan pangan di tengah masyarakat.

“Melalui GPM ini, harga pangan diharapkan tetap terjangkau, kebutuhan masyarakat terpenuhi, daya beli terjaga, dan inflasi daerah dapat dikendalikan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp60.000 per kemasan berisi lima kilogram. Untuk menjamin pemerataan, setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu kemasan sesuai kuota yang telah ditetapkan panitia.

Selain beras murah, masyarakat juga menerima paket edukasi kebanksentralan dari Bank Indonesia yang berisi bawang merah, minyak goreng dan cabai merah. Paket tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Ratusan warga dari berbagai nagari memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga di bawah pasar.

Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pangan Pasaman Barat Eka Diana Oktavia, perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Perum Bulog Cabang Bukittinggi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), para camat, wali nagari, serta unsur terkait lainnya.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Gusmalini, mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program tersebut secara bijaksana dengan membeli sesuai kebutuhan.

“Kami berharap masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Semoga kegiatan ini meringankan beban sekaligus mendukung kesejahteraan warga Pasaman Barat,” ujarnya. (Aulia)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini