BerandaBERITAGudang Senjata di Kantor Yayasan Sekolah Gegerkan Jakarta Selatan, 995 Pucuk Senpi...

Gudang Senjata di Kantor Yayasan Sekolah Gegerkan Jakarta Selatan, 995 Pucuk Senpi hingga Dugaan Bunker Misterius Ditemukan

JAKARTA | mikanews – Gudang senjata yang ditemukan di lingkungan kantor sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memicu perhatian serius aparat penegak hukum.

Sebanyak 995 pucuk senjata, amunisi, narkoba, serta materi pornografi ditemukan di sejumlah ruangan yang sebelumnya dikuasai mantan Ketua Yayasan.

Gudang senjata tersebut terungkap setelah pengurus yayasan melakukan pembongkaran dan pembersihan ruangan yang akan difungsikan kembali untuk kegiatan sekolah. Ruangan-ruangan itu sebelumnya berada dalam penguasaan mantan Ketua Yayasan yang telah diberhentikan pada April 2026.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengatakan penemuan pertama terjadi pada 10–11 Juli 2026 ketika tim membuka salah satu ruangan yang direncanakan untuk aktivitas siswa.

“Kami menemukan 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, amunisi, dan berbagai aksesoris,” kata Hermawanto kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Beberapa pekan kemudian, tepatnya pada Rabu malam (5/8/2026), tim yayasan kembali membuka ruangan lain yang akan digunakan untuk kebutuhan guru. Dari lokasi tersebut, mereka kembali menemukan sejumlah barang yang diduga melanggar hukum.

Menurut Hermawanto, temuan itu meliputi beberapa senjata, narkoba, dan keping CD yang berisi materi pornografi. Seluruh temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Barang-barang yang ditemukan menunjukkan jumlah dan variasi yang cukup besar. Berdasarkan keterangan pihak yayasan, di lokasi ditemukan empat senjata laras panjang dan dua senjata laras pendek, peredam suara, tujuh magasin, amunisi berbagai kaliber, replika airsoft gun jenis FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, taser gun, alat pembuat peluru, serta buku panduan teknis pembuatan peluru.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada satu ruangan tertutup yang disebut menyerupai bunker. Hingga kini ruangan tersebut masih terkunci dan belum dibuka.

Hermawanto mengatakan pihak yayasan sengaja tidak membuka ruangan itu karena khawatir menimbulkan persoalan hukum maupun risiko keselamatan. Yayasan telah meminta kepolisian melakukan pembukaan secara resmi sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Masih ada satu ruangan seperti bunker yang terkunci rapat. Kami meminta bantuan aparat kepolisian untuk membukanya secara resmi karena kami khawatir ada risiko hukum jika kami memaksa masuk,” ujarnya.

Menurut pihak yayasan, mantan Ketua Pengurus Yayasan yang telah diberhentikan sejak April 2026 masih memegang kunci akses ke sejumlah ruangan strategis, termasuk lokasi penyimpanan barang-barang tersebut.

Di sisi lain, sengketa hukum antara yayasan dengan mantan pengurus juga masih berlangsung. Saat ini proses gugatan perdata terkait pemberhentian dan penonaktifan anggota pembina sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kasus ini telah masuk ke penanganan kepolisian. Kapolres Metro Jakarta Selatan melalui Kasie Humas AKP Joko Adi Wibowo membenarkan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait temuan senapan angin dan senjata api di lokasi tersebut.

Laporan Polisi (LP) telah dibuat pada 15 Juli 2026 dan menjadi dasar bagi penyidik untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap asal-usul maupun status hukum barang-barang yang ditemukan.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, meminta aparat kepolisian mengusut kasus tersebut secara menyeluruh. Menurutnya, keberadaan senjata dalam jumlah besar di lingkungan sekolah harus diungkap secara tuntas karena menyangkut keselamatan warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Ia juga berharap seluruh fakta yang berkaitan dengan kepemilikan, penyimpanan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dapat diungkap melalui proses penyidikan yang sedang berjalan.

Hingga berita ini ditulis, Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan. Status hukum seluruh barang bukti, termasuk isi ruangan yang disebut menyerupai bunker, masih menunggu hasil pemeriksaan aparat kepolisian. (Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini