Pasaman Barat | Mikanews.id : Farhan (14), pelajar asal Jorong Bandar Baru, Nagari Ranah Pasisir, Kecamatan Sasak Ranah Pasisir, yang hilang dibawa derasnya ombak di kawasan Pantai Sasak hari Senin (29/9) kemarin, ditemukan.
Tangis keluarga dan warga pecah ketika jasad Farhan, ditemukan tak bernyawa setelah sehari penuh hilang terseret ombak laut, saat Farhan bersama teman sebayanya mandi-mandi di bibir ombak pantai Sasak itu.
Farhan merupakan siswa SD Negeri yang berada di Jorong Banda Baru, Nagari Ranah Pasisir. Setelah dibawa arus ombak, pada waktu dan kesempatan itu, Farhan, dilaporkan hilang saat mandi di pantai bersama rekannya, Nugi, Senin sore kemarin.
Baca Juga : Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Provinsi Sumbar Kukuhkan Pengurus Bundo Kanduang Pasbar
Naas memang, arus kuat menyeret tubuh Farhan ke tengah laut, sementara Nugi berhasil menyelamatkan diri. Pencarian sempat dihentikan hingga Senin malam, karena kondisi gelap dan ombak besar.
Namun, sejak pagi buta, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pasaman Barat, Polsek Pasaman, kelompok siaga bencana, local hero, dan masyarakat kembali menyisir area pantai dengan semangat tinggi.
Sekitar pukul 10.05 WIB, harapan berubah menjadi duka. Jasad Farhan ditemukan mengambang sejauh 200 meter dari titik awal hanyutnya.
Tim gabungan segera mengevakuasi korban ke daratan disambut isak tangis warga yang memadati lokasi.
“Korban ditemukan setelah proses pencarian intensif menggunakan perahu karet, rescue car, alat komunikasi, hingga drone,” ungkap Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, saat dikonfirmasi wartawan.
Pentingnya Mitigasi Berbasis Riset Menurut Novi, kondisi ombak yang tinggi dan arus bawah yang kuat menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di pantai, terutama ketika cuaca ekstrem melanda wilayah pesisir. *Mika
(gmz)





