BerandaBERITAKabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio

KUBU RAYA, Mikanews.id | Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (31/8/2026).

Gangguan terjadi karena jarak pandang di sekitar bandara menurun. Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan dan penyesuaian jadwal.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio membenarkan adanya perubahan jadwal penerbangan akibat kondisi jarak pandang.

Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Supadio, jarak pandang di kawasan bandara dalam sepekan terakhir mengalami perubahan. Kabut asap disebut berkaitan dengan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah sekitar bandara.

Pgs General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Supadio, Mohamad Arifin, menjelaskan kondisi jarak pandang paling rendah terjadi pada pagi dan sore hari.

Pada waktu tersebut, jarak pandang tercatat berada di bawah 1.000 meter. Sementara pada siang hari, jarak pandang perlahan membaik hingga lebih dari 2.000 meter.

“Kondisi tersebut berdampak pada jadwal sejumlah penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan,” kata Arifin.

Sejumlah Penerbangan Terdampak

Beberapa penerbangan mengalami perubahan jadwal akibat kondisi tersebut.

Penerbangan yang terdampak antara lain Lion Air JT 837 rute Pontianak-Surabaya, Scoot TR-328 rute Singapura-Pontianak, Super Air Jet IU 691 rute Pontianak-Jakarta, Scoot TR-329 rute Pontianak-Singapura, serta Wings Abadi IW 1440 rute Pontianak-Ketapang.

Penyesuaian juga terjadi pada penerbangan Super Air Jet IU 696 rute Jakarta-Pontianak dan Batik Air ID 6228 rute Jakarta-Pontianak.

Selain itu, Super Air Jet IU 697 rute Pontianak-Jakarta, Batik Air ID 6229 rute Pontianak-Jakarta, serta Super Air Jet IU 399 rute Pontianak-Semarang turut mengalami perubahan jadwal.

Manajemen Bandara Supadio menegaskan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas selama kondisi kabut asap berlangsung.

Arifin mengatakan pihak bandara terus memantau perubahan jarak pandang untuk menentukan apakah penerbangan dapat melakukan proses lepas landas maupun pendaratan dengan aman.

Koordinasi dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk BMKG, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, BNPB, dan Polres Kubu Raya.

Penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan bersama maskapai dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang yang memenuhi aspek keselamatan penerbangan.

Pihak Bandara Internasional Supadio juga mengingatkan calon penumpang agar tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang telah diperoleh sebelumnya.

Penumpang diminta memeriksa kembali status penerbangan kepada petugas bandara atau pihak maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Langkah tersebut penting karena kondisi jarak pandang akibat kabut asap dapat berubah dalam waktu tertentu, terutama pada pagi dan sore hari.(red)

Sumber: Kompas.Com

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini