BerandaOPINIMengikuti SES Orari Lokal Pasaman Barat di Pulau Pangkal Air Bangis

Mengikuti SES Orari Lokal Pasaman Barat di Pulau Pangkal Air Bangis

Bagian 2
Oleh : Gusmizar
Anggota Orari Lokal Kabupaten Pasaman Barat dan Praktisi Jurnalis di Pasaman Barat
ORGANISASI radio amatir Republik Indonesia (Orari) Lokal Pasaman Barat, Sabtu dan Minggu, 1-2 Agustus 2026, melaksanakan SES (Special Even Station) 8C11PB di Pulau Pangkal, Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas.

Pulau Pangka di Kenagarian Air Bangis, terdapat Mercusuar buatan Prancis dan didirikan tahun 1884 atau 144 tahun yang lalu.

Waktu itu, bangsa Indonesia berada dalam jajaran pemerintah Kolonial Belanda.

Mercusuar di Pulau Pangka, Air Bangis adalah menara suar bersejarah peninggalan era kolonial yang berdiri di pulau terluar seluas sekitar 12,51 hektare, dikelilingi oleh ekosistem mangrove dan kawasan tangkapan ikan nelayan.

Objek bersejarah, memiliki karakteristik dan Lokasi

Lokasi: Berada di Pulau Pangka, salah satu pulau terluar Pasaman Barat di perairan Samudera Hindia.
Kondisi Alam: Pulau ini ditumbuhi pohon kelapa serta hutan mangrove yang lebat.
Fungsi Utama: Menjadi sarana bantu navigasi maritim sekaligus penanda batas wilayah perairan.

Sejarah dan Nilai Penting
Jejak Kolonial: Menjadi bukti sejarah penting bahwa kawasan Air Bangis pada masa lalu merupakan bandar niaga ekspor-impor dan pelabuhan rempah yang sangat ramai di pantai barat Sumatera.
Pengawasan Jalur Laut: Dibangun untuk mengamankan jalur pelayaran dan perdagangan di sekitar Teluk Air Bangis dari gangguan perompak pada masa lampau.

ResearchGate (Potensi Wisata)
Wisata Bahari dan Minat Khusus: Menjadi salah satu objek daya tarik wisata bahari terpencil dengan pesona lanskap pulau kecil dan ekosistem mangrove.
Aktivitas Sekitar: Perairan di sekitar pulau sering dikunjungi nelayan lokal dan potensial untuk pengembangan rute jelajah pulau (island hopping).

Tepat sekitar pukul 16.00 Wib, Ketua Orari Lokal Pasaman Barat, Hendrizon, membuka SES 8C11PB Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti 400 peserta dari berbagai provinsi, wakil negara Asean dan anggota komunitas radio amatir se Sumatera Barat.

SES

Peringatan ulang tahun Orari Lokal Pasaman Barat atau SES 8C11PB selama dua hari di Pulau Pangka, Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, dipandu Sunarto, sekaligus ketua panitia SES 8C11PB 2026.

Special Event Station (SES) dan Special QSO merupakan dua istilah yang cukup sering terdengar dalam kegiatan radio amatir. Meski terlihat mirip, keduanya memiliki pengertian, tujuan, dan pelaksanaan yang berbeda.

Tidak sedikit anggota ORARI maupun calon amatir radio yang masih menyamakan kedua istilah tersebut. Berikut mari kita simak perbedaan SES dan Special QSO secara detail berikut ini.Radio

Dalam praktiknya, Special Event Station (SES) adalah stasiun radio amatir khusus yang pengoperasiannya untuk memperingati suatu peristiwa tertentu, sedangkan Special QSO merupakan aktivitas komunikasi radio yang mengusung tema atau tujuan khusus tanpa harus menggunakan stasiun maupun callsign khusus.

Apa Itu Special Event Station (SES)?
Special Event Station atau SES adalah stasiun radio amatir yang beroperasi secara sementara dalam rangka memperingati atau memeriahkan suatu peristiwa penting.

Kegiatan ini biasanya diselenggarakan oleh ORARI Daerah, ORARI Lokal, klub radio amatir, atau komunitas tertentu yang telah memperoleh izin penggunaan callsign khusus dari otoritas yang berwenang.

Di lingkungan Orari Lokal Pasaman Barat, tambah Hendrizon, keberadaan organisasi radio amatir baru berusia 11 tahun. Komunitas ini diikuti 43 orang. Bupati, Yulianto, Wakil Bupati, M. Ihpan bersama Sekretaris Daerah, tampil sebagai anggota kehormatan.

Semua anggota Orari Lokal Pasaman Barat memiliki callsign (tanda panggilan) sekaligus menjadi tanda pengenal unik berupa kombinasi huruf dan angka bagi stasiun radio amatir. (*)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini