spot_img
spot_img
BerandaNASIONALRiau Creative Hub: Ruang Kreatif yang Hidup, Meski Ritmenya Tak Selalu Riuh

Riau Creative Hub: Ruang Kreatif yang Hidup, Meski Ritmenya Tak Selalu Riuh

Pekanbaru | Mikanews : Di balik bangunan Riau Creative Hub (RCH) yang tampak tenang di hari biasa, sesungguhnya ada banyak kreativitas yang terus bergerak. Gedung itu tidak selalu riuh, tetapi ia mulai hidup menjelang malam maupun akhir pekan.

Sejak peresmiannya pada Juli 2024, RCH menjadi wadah bagi banyak kolaborasi baru. Sekretaris Badan Riau Creative Network (BRCN), Raynzi Solihinakta, menyebut perkembangan itu terjadi secara perlahan namun pasti.

“Dari 2024 bulan Juli diresmikan hingga Desember ini, Riau Creative Hub begitu banyak kolaborasi yang tercipta. Tidak terlihat di hari-hari biasa. Start paling cepat Kamis,” ungkapnya, Rabu (10/12).

Raynzi katakan tak sedikit mahasiswa yang datang dengan anggapan bahwa RCH merupakan gedung yang bisa disewa. Namun kenyataannya, ruang ini diatur secara ketat sesuai fungsinya.

“Kalau mau menggunakan harus ada beririsan dengan 17 subsektor. Bukan bangunan sewa menyewa, jadi apa pun kegiatannya harus beririsan dengan subsektor di RCH,” jelasnya.

Dikatakan, tahun ini komunitas seni menjadi penghuni setia RCH. Dari siswa SMK jurusan multimedia yang aktif mengikuti inkubasi, hingga kelompok tari dan b-boy yang kerap memanfaatkan ruang untuk latihan.

Baca juga : Ketua HNSI Sumut Minta APH Tegas Menindak Penggunaan Alat Tangkap Melanggar Permen

“Jumat biasanya digunakan untuk latihan seni tari. Ada juga b-boy. Kami mengamankan tempatnya untuk mereka bisa latihan,” tambah Raynzi.

Menjelang sore, suasana RCH biasanya berubah menjadi tempat yang menghasilkan lebih banyak suara dan energi positif. Di sekitar area gedung, warga bisa jogging dengan aman dan nyaman.

Hal tersebut membuat RCH menjadi ruang publik yang unik, bukan hanya studio tempat mengasah kreativitas maupun ruang terbuka hijau saja. Meski begitu, memasuki Desember, aktivitas di RCH tampak melambat.

“Di Desember ini agak sepi, mungkin anak SMA sedang ujian dan mahasiwanya juga sedang UTS,” terang Raynzi.

Pada akhirnya, RCH bukan hanya sekadar gedung, namun ekosistem yang bergerak sesuai kemauan para penggunanya. Dari ritme yang berubah-ubah itu terlihat bahwa kreativitas di Riau tumbuh secara jujur, organik, dan tanpa perlu dibuat-buat.

Sumber : Pemprov Riau

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini