BerandaDAERAHRibuan Ikan Larangan Lubuk Landur Mati, Warga Desak Pemkab Pasbar Bertindak

Ribuan Ikan Larangan Lubuk Landur Mati, Warga Desak Pemkab Pasbar Bertindak

Pasaman Barat, mikanews.id – Ribuan ekor ikan larangan di kawasan objek wisata religi Lubuk Landur, Kecamatan Pasaman, ditemukan mati. Hingga saat ini, pengurus sekaligus pengelola objek wisata itu, belum mengetahui apa penyebabnya.

Berdasarkan laporan kondisi terbaru yang diterima media, banyak ikan terlihat mati dan tergeletak di antara bebatuan di tepi sungai.

Kejadian ini kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kelestarian ikan larangan yang menjadi salah satu daya tarik wisata religi di kawasan tersebut.

Di tengah situasi itu, Buya Lubuk Landur bersama jemaah dan warga menggelar doa bersama “gatik tagak” di lokasi ikan larangan, Minggu pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan ikhtiar masyarakat terhadap kondisi ikan yang selama ini dijaga sebagai bagian dari tradisi serta kearifan lokal.

Warga Lubuk Landur, Zikra Hidayat, meminta Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama instansi terkait memberikan perhatian serius terhadap kejadian berulang tersebut.

Dalam keterangannya, Zikra menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun dari peninjauan Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman Barat, kualitas air sungai diduga mengalami gangguan. Ia menyebut pH air dilaporkan mencapai angka 9.

Meski demikian, hasil pengukuran tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui data pemeriksaan yang dapat diverifikasi. Angka pH saja belum cukup untuk memastikan penyebab kematian ikan tanpa pemeriksaan parameter kualitas air lain jinya.

“Kami berharap kepada Bapak Bupati Pasaman Barat, Yulianto, beserta dinas terkait agar memberikan perhatian serius dan segera mencari solusi atas persoalan ini,” ujar Zikra.

Ia menegaskan bahwa ikan larangan bukan sekadar tempat pelestarian ikan, tetapi juga aset wisata dan kebanggaan masyarakat yang perlu dijaga bersama.

“Jangan sampai aset yang memiliki potensi besar ini terus mengalami kerusakan tanpa penanganan yang tepat. Mari bersama menjaga kelestarian ikan larangan demi lingkungan, pariwisata, dan masa depan nagari kita,” tambahnya.

Pihak Surau Lubuk Landur, Numas, saat dihubungi pada Kamis (22/10), sampaikan bahwa kondisi ikan sempat membaik. Menurut perkiraannya saat itu, sekitar 20 ekor ikan mati dalam kurun waktu kurang lebih lima hari, sedangkan sebagian besar ikan yang sebelumnya lemas mulai kembali normal. (gus)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini