BerandaOPINIJacob Ereste : Indah Tidak Harus Mewah: Arsitektur Dalam Konstruksi Teknik Menulis

Jacob Ereste : Indah Tidak Harus Mewah: Arsitektur Dalam Konstruksi Teknik Menulis

Jacob Ereste :
Indah Tidak Harus Mewah: Arsitektur Dalam Konstruksi Teknik Menulis

Membuat tulisan untuk sajian kepada publik seerti melalui media sosial berbasis internet, bida diibaratkan seperti membangun rumah atau gedung dengan kinstruksi yang sesuai dengan peruntukannya. Sebab rumah tinggal tidak bisa sama dengan bentuk sebuah gudang yang tertutup, seperti ketakutan untuk diintai oleh maling.

Jadi bentuk dan seni arsitekturnya perlu diseduaikan agar selaras dengan mereka untuk dapat memanfaatkan dengan penuh rasa yang enak, nyaman bahkan bila perlu bisa jadi merasa terhibur karena bangunan ruang tidak hanya sekedar ruang kosong yang tidak memiliki sentuhan interior yang menyenangkan.

Karena itu pula dalam membuat tulisan untuk dinikmati oleh pembaca yang cukup luas dan beragam cita rasa dan seleranya, sedapat mungkin rulisan yang disajikan itu dapat memenuhi berbagai unsur yang dianggap menarik, serius dan ilmiah, ada rasa humor dan sentuhan serta cubitan yang nakal yang bisa dilengkapi dengan gaya menggoda yang jenaka, agar membuat respon penikmat dapat ikutan blingsatan.

Atau penasaran untuk memberi tanggapan seperti berbalas pantun yang menggelitik dan ayik, hingga bisa membangun keakraban meski belum pernah bertatap muka sebelumnya.

Saran dan usulan membuat tulisan seperti membangun rumah atau bangunan gedung yang multi fungsi ini, sekedar untuk memudahkan membayangkan proyeksi tampilannya yang rumit, agar dapat mudah dipahami dan dicerna, sesungguhnya seperti apa filosofis dari konstruksi bangunan yang hendak dibangun itu dengan fungsi utamanya untuk kemudian memiliki fungsi lainnya yang diperluka seperti tulisan yang tak cuma untuk membangun komunikasi, publikasi hingga informasi yang perlu disampaikan untuk hiburan — seperti tempat peristirahatan semacam villa atau bungelow tenpat tinggal sementara untuk berlibur di akhir pekan — atau rumah tinggal yang mewah, atau yang ingin minimalis, sederhana dalam suasana alami yang sesuai dengan lingkungan setempat.

Bungalow pun — seperti di Indonesia yang sudah tidak berfungsi sebagai tempat tinggal seperti awal mulanya muncul dari India — rumah gaya Bangali yang dipopulerkan oleh bangsa Inggris saat menjajah daerah itu dahulu, afalah rumah kecil yang tidak bertingkat, beratap landai agak melebar dan panjang menjorok ke depan sebagai tempat santai, tapi setelah imigrasi ke Indonesia, bungalow menjadi villa kecil yang simpel untuk disewakan, seperti resort tapi juga menjual suasana yang asri dan nyaman untuk beristirahat setelah penat dihajar kegaduhan hidup di perkotaan yang memaksa untuk terus berlomba untuk menang.

Jadi suasana tulisan yang bisa disajikan dalam berbagai media — terutama media sosial berbasis intetnet yang kini bertahta di singgasana kekuasan informasi, publikasi dan komunikasi — karena terlibasnya media maentreem hingga tidak lagi bisa banyak berkutik — tampilan tulisan yang ideal untuk disajikan tak hanya kuat dalam teknis konstruksi, tapi juga jelas fingsi fan peruntukannya bagi pembaca yang cair sifatnya, karena terdiri dari beragam latar belakang profesi dan budaya hingga selera serta kecerdasan yang sangat mungkin jauh berada di atas kemsmpuang yang kita miliki sebagai pramudaji dari menu tulisan yang harus menyentuh hati, menggugah kesadaran hingga patut memiliki kemampuan mbangun sikap dan sifat ugahari pembaca untuk masuk dalam ruang bangunan tulisan yang kita buat dengan sentuhan seni arsitektur yang unik dan indah, sehingga pembaca mau membaca tulusan yang kita buat, setidaknya ada manfaat yang bisa menjerat hati mereka untuk terpikat.

Karena tulisan yang baik bukan hanya lantaran tulusan itu banyak dibaca oleh banyak orang, tetapi seperti apa kuatnya sentuhan dari tulisan unruk menyedot perhatian banyak orang dan menjadilan tulisan itu debagai acuan atau pegangan. Dan pada umumnya hanya dengan cara membuat tulisan yang terbaik dan serius — meski sajian isinya selalu diupayakan punya tampilan yang sangai — karya tulus itu akan tetkesan kokoh, anggun dan mempesona seperti seni arsitektur dalam tampilan yang paling sederhana sekalipun seperti rimah bambu yang indah, meski tidak mewah.

Balaraja, 25 Oktober 2026

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini