BerandaNASIONALSiloam Tumbuh 10,6 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi, Bamsoet: Layanan Kesehatan Jangan...

Siloam Tumbuh 10,6 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi, Bamsoet: Layanan Kesehatan Jangan Membebani Rakyat

TANGERANG | mikanews – Siloam International Hospitals mencatat pertumbuhan kinerja positif pada Semester I 2026 meski industri kesehatan menghadapi tekanan berat akibat ketidakpastian ekonomi global, melemahnya daya beli masyarakat, dan meningkatnya biaya pelayanan kesehatan.

Di tengah kondisi tersebut, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan layanan kesehatan tidak boleh menjadi beban tambahan bagi masyarakat.

Siloam International Hospitals membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,23 triliun, meningkat 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu menjadi salah satu indikator bahwa sektor kesehatan tetap memiliki daya tahan di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisaris PT Siloam International Hospitals Tbk yang dipimpin Komisaris Utama Dr. Yasonna H. Laoly di Lippo Village, Karawaci, Tangerang.

Dalam rapat tersebut, Komisaris Independen sekaligus mantan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis rumah sakit dan hak masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang terjangkau.

Menurut Bamsoet, rumah sakit merupakan infrastruktur strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat. Karena itu, ketika kondisi ekonomi melambat, fokus utama bukan hanya mempertahankan keuntungan perusahaan, tetapi memastikan pelayanan kesehatan tetap berkualitas, aman, dan tidak membebani masyarakat.

Siloam International Hospitals juga mencatat peningkatan pada sejumlah indikator keuangan. EBITDA mencapai Rp1,54 triliun atau tumbuh 17,7 persen, sementara laba bersih meningkat 27,9 persen menjadi Rp609,45 miliar.

Di sisi layanan, kapasitas tempat tidur bertambah menjadi 4.440 unit, naik 4,6 persen. Tingkat okupansi rumah sakit tetap stabil di angka 62,5 persen, sedangkan jumlah kunjungan rawat jalan mencapai 2,18 juta pasien selama Semester I 2026.

Meski mencatat pertumbuhan positif, perusahaan tetap menghadapi tantangan besar. Kenaikan biaya operasional berlangsung lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Ketergantungan terhadap alat kesehatan berteknologi tinggi, obat-obatan, dan reagen impor membuat industri rumah sakit rentan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah serta gangguan rantai pasok global.

Bamsoet menilai persaingan rumah sakit kini tidak lagi ditentukan oleh besarnya gedung atau fasilitas fisik semata. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui kualitas pelayanan, kecepatan penanganan pasien, transparansi biaya, serta standar keselamatan yang tinggi.

Komitmen tersebut, menurutnya, tercermin dari berbagai pencapaian Siloam. Jaringan rumah sakit ini menjadi satu-satunya di Asia Tenggara yang memiliki dua unit rumah sakit dengan predikat Magnet with Distinction.

Selain itu, Siloam juga menjadi pelopor transplantasi ginjal robotik pertama di Indonesia dan berhasil meraih empat penghargaan dalam ajang Healthcare Asia Awards 2026.

Bamsoet menegaskan inovasi harus menjadi strategi utama untuk mempertahankan daya saing industri kesehatan. Pasien saat ini semakin kritis dalam memilih layanan, sehingga rumah sakit dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, aman, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, Bamsoet mendorong rumah sakit meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi layanan, pengembangan telemedisin, penguatan layanan preventif, serta pengelolaan rantai pasok yang lebih efektif.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat regulasi tarif layanan kesehatan yang adil, mempercepat kemandirian industri alat kesehatan dalam negeri, serta memberikan dukungan terhadap inovasi di sektor kesehatan.

Selain itu, Bamsoet menilai kolaborasi antara rumah sakit, BPJS Kesehatan, perusahaan asuransi, industri farmasi, dan perguruan tinggi harus terus diperkuat agar sistem pelayanan kesehatan nasional semakin tangguh menghadapi tantangan global.

Menutup pernyataannya, Bamsoet menegaskan bahwa kemandirian sektor kesehatan merupakan fondasi penting dalam menghadapi berbagai krisis dunia.

Menurutnya, capaian Siloam menunjukkan bahwa tata kelola yang baik, inovasi berkelanjutan, dan orientasi pada kepentingan masyarakat menjadi kunci membangun sistem kesehatan nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini