PASAMAN BARAT, Mikanews.id |Â Tujuh hari telah berlalu sejak seniman Pasaman Barat, almarhum Guslian, berpulang. Namun, kepergiannya masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para seniman dan pegiat musik yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Untuk mengenang almarhum, keluarga besar seniman Pasaman Barat yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Musik Orgen Pasaman Barat (IPMOP), Ikatan Seniman Pasaman Barat (ISP), dan Organisasi Pegiat Seni Pasaman Barat (OPSI) menggelar takziah, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan berlangsung di rumah duka, kawasan Pasar Muara Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat. Para seniman dan pegiat seni datang bersama, membawa doa serta penghormatan terakhir bagi sosok yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dunia seni dan musik di Pasaman Barat.
Suasana rumah duka terasa khidmat. Di tengah keheningan dan suasana penuh haru, kenangan tentang almarhum Guslian kembali hadir. Bagi rekan-rekannya, kepergian seorang seniman bukan hanya meninggalkan kehilangan bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan ruang kosong di tengah komunitas seni yang selama ini menjadi tempat mereka berkarya dan bersilaturahmi.
Tausiah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Alustat Asmar Habibie. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan mengajak para pelayat untuk senantiasa mengingat kematian, memperbanyak amal kebaikan, serta mengambil hikmah dari perjalanan kehidupan almarhum.
Bagi para seniman yang hadir, mengenang Guslian bukan sekadar mengingat sosok yang telah pergi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kembali tali silaturahmi dan menunjukkan bahwa dalam suka maupun duka, keluarga besar seni Pasaman Barat tetap berdiri bersama.
Doa pun dipanjatkan dengan harapan almarhum Guslian memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. Sementara bagi keluarga yang ditinggalkan, para sahabat dan rekan-rekan seniman berharap diberikan kekuatan serta ketabahan untuk menerima kepergian orang tercinta.
Tujuh hari kepergian Guslian menjadi pengingat bahwa karya dan kebersamaan dapat meninggalkan jejak panjang dalam ingatan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya. Kini, ketika sosoknya telah tiada, doa menjadi cara para sahabat dan keluarga besar seniman Pasaman Barat untuk terus mengenang dan mengantarkan almarhum dalam perjalanan menuju keabadian.(Akir)





