PENANG | mikanews.id — Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, masih menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan di salah satu rumah sakit di Penang, Malaysia.
Kondisi Wali Nanggroe Aceh dilaporkan terus membaik setelah menjalani perawatan selama hampir tiga bulan. Jika tidak ada kendala, Tgk. Malik Mahmud berencana kembali ke Aceh pada awal September 2026.
Kabar tersebut disampaikan saat Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjenguk Tgk. Malik Mahmud di Penang pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Kunjungan Tito dilakukan atas penugasan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penugasan itu diberikan setelah Presiden menerima laporan mengenai kondisi Wali Nanggroe yang sedang menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut, Tito menyampaikan salam hormat dan doa dari Presiden Prabowo kepada Tgk. Malik Mahmud. Presiden berharap Wali Nanggroe segera pulih dan dapat kembali ke Tanah Air.
Perhatian Presiden Prabowo juga menjadi bentuk penghormatan kepada Wali Nanggroe sebagai tokoh yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan adat, budaya, dan persatuan masyarakat Aceh.
Kementerian Dalam Negeri menjelaskan, kedudukan Wali Nanggroe memiliki dasar hukum dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.
“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Lembaga Wali Nanggroe merupakan kepemimpinan adat yang independen dan berwibawa serta berperan sebagai pemersatu masyarakat Aceh,” demikian keterangan tertulis Kemendagri, Kamis, 27 Agustus 2026.
Pengobatan Hampir Selesai
Dalam pertemuan dengan Tito, Tgk. Malik Mahmud menyampaikan bahwa proses pengobatannya hampir selesai.
Ia juga menyebut dirinya telah mendekati tahap pemulihan penuh. Perkembangan tersebut mendapat sambutan baik dari Mendagri.
Tito berharap Wali Nanggroe dapat menyelesaikan seluruh tahapan pemulihan sesuai dengan anjuran tim medis sebelum kembali menjalankan berbagai kegiatan di Aceh.
Rencana kepulangan ke Aceh dijadwalkan pada awal September 2026, dengan catatan tidak ada kendala dalam proses pemulihan.
Tetap Ikuti Agenda dari Penang
Meski masih menjalani perawatan, Wali Nanggroe Aceh tetap mengikuti sejumlah agenda kelembagaan secara daring.
Salah satunya berlangsung pada Juli 2026. Saat menjalani pemulihan dan fisioterapi ortopedi di Penang, Tgk. Malik Mahmud mengikuti forum Mahkamah Agung terkait penyusunan naskah akademik pembentukan Pengadilan Niaga Syariah.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa selama masa pemulihan, Wali Nanggroe tetap mengikuti agenda kelembagaan meskipun berada di luar Aceh.
Untuk saat ini, fokus utama Tgk. Malik Mahmud adalah menyelesaikan proses pengobatan dan pemulihan sebelum kembali ke Aceh.
Fakta Utama
- Tokoh: Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, Wali Nanggroe Aceh.
- Lokasi perawatan: Salah satu rumah sakit di Penang, Malaysia.
- Lama perawatan: Hampir tiga bulan.
- Penjenguk: Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
- Waktu kunjungan: Selasa, 25 Agustus 2026.
- Penugasan: Presiden RI Prabowo Subianto.
- Kondisi: Dilaporkan terus membaik dan mendekati pemulihan penuh.
- Rencana kepulangan: Awal September 2026 apabila tidak ada kendala.
- Aktivitas selama pemulihan: Tetap mengikuti sejumlah agenda kelembagaan secara daring.





