BerandaBERITA2 Anggota KKB Masuk DPO, Diduga Terlibat Penembakan ASN Jayawijaya

2 Anggota KKB Masuk DPO, Diduga Terlibat Penembakan ASN Jayawijaya

PAPUA PEGUNUNGAN | mikanews — Penanganan kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya memasuki babak baru. Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 menetapkan dua orang berinisial PN dan KT sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Keduanya diduga merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama yang dipimpin Egianus Kogoya.

Penetapan PN dan KT dilakukan setelah penyidik mencocokkan rekaman percakapan melalui aplikasi panggilan video milik kerabat salah satu korban, almarhum Wili Mbuik (25), dengan data dan ciri-ciri yang telah dimiliki aparat.

Kepala Seksi Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, Komisaris Polisi Yusuf Sutejo, menyampaikan informasi tersebut dalam keterangan pers pada Jumat (11/9/2026).

“Setelah kami sandingkan dengan data dan ciri-ciri yang tercatat, kami memastikan dua orang tersebut masuk dalam daftar pencarian kami,” jelas Yusuf.

Penembakan terhadap tiga ASN tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2026). Sebelum diserang, para korban baru menyelesaikan kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

Mereka sebelumnya menyalurkan bantuan ternak babi kepada warga, memeriksa lokasi persiapan pembukaan lahan sawah baru, serta memberikan penyuluhan teknis bidang peternakan.

Dalam perjalanan kembali menuju Wamena menggunakan kendaraan dinas, rombongan tersebut dihadang kelompok bersenjata.

Para korban kemudian diperintahkan turun dari kendaraan dan digiring ke bagian belakang. Tidak lama kemudian terdengar tiga kali letusan senjata api.

Pelaku selanjutnya meninggalkan lokasi. Dari pemeriksaan awal, kelompok tersebut diduga membawa sedikitnya dua pucuk senjata api laras panjang dan senjata tajam berupa parang.

Penyidikan kemudian berkembang. Aparat menduga PN dan KT tidak hanya berkaitan dengan penembakan tiga ASN tersebut, tetapi juga dengan sejumlah kasus kekerasan lainnya di wilayah Papua Pegunungan.

Keduanya diduga terlibat dalam penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem pada 8 Agustus 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan dua warga sipil terluka.

PN dan KT juga disebut memiliki kaitan dengan kasus penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023.

“Keterlibatan dalam kasus-kasus tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyidikan yang terus kami lakukan. Kami akan terus melakukan pengejaran hingga diketahui keberadaan mereka,” tegas Yusuf.

Aparat masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap secara lebih rinci bagaimana penghadangan dilakukan, jalur yang digunakan pelaku untuk melarikan diri, serta pihak lain yang kemungkinan terlibat atau memberikan dukungan.

Pengejaran terhadap PN dan KT masih terus dilakukan. Penetapan keduanya sebagai DPO menjadi bagian dari langkah aparat untuk mengungkap rangkaian kasus kekerasan yang sedang ditangani di wilayah tersebut. (Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini