BerandaSASTRANafas Nagari di Atas Jembatan yang Merana

Nafas Nagari di Atas Jembatan yang Merana

Nafas Nagari di Atas Jembatan yang Merana

Di atas beton yang mulai rapuh
di atas besi yang lapuk dimakan waktu
berdiri nafas transportasi Nagari kami
berteriak lantang—namun hanya terdengar dalam diam

Satu jembatan di tengah Nagari
telah bertahun-tahun ambruk menanti
janji tertulis rapi di atas kertas
hanya menjadi buih, tak kunjung menjelma nyata

Kami bahu-membahu, mengerahkan tenaga sendiri
memperbaiki sekuat kemampuan yang ada
namun tanpa beton yang kokoh, tanpa besi yang kuat
bagaimana kami memelihara nyawa penghubung ini?

Dan kini duka datang lagi
jembatan di ujung Nagari ikut retak dan longsor
air di bawahnya bergemuruh penuh ancaman
wajah warga dipenuhi cemas dan air mata

Haruskah kami menanti hingga semuanya lumpuh?
Haruskah menanti korban jatuh dulu
baru tangan pengambil keputusan tergerak?

Ini bukan sekadar susunan batu dan baja
ini adalah denyut nadi ekonomi
ini jalan harapan petani dan pedagang
ini masa depan langkah anak-anak kami

Kami tak meminta kemewahan berlebih
hanya hak dasar: fasilitas yang aman untuk hidup
agar kami bisa berdiri tegak, bukan terus menunduk cemas

Sebelum nasi menjadi bubur, sebelum air mata bercampur darah
dengarlah jeritan dalam bisu kami
perhatikanlah Nagari yang hampir terlupakan
sebelum penghubung terakhir kami benar-benar runtuh selamanya

Lihatlah kami, Pemimpin kami!
Ini nafas Nagari—jangan biarkan ia berhenti bernapas.

By, ZOELNASTI

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini