Spiritualitas dan Filsafat Timur Akan Muncul dan Memimpin Dunia Dari Nusantara
Ngobrol tentang lantunan filsafat dan spiritual yang semakin mengguncang jagat di Starbucks Danau Semper, Jakarta Utara, semakin memperjelas spiritual dan filsafat Timur dengan spiritual dan filsafat Barat sungguh khas perbedaannya.
Seperti menu di Starbucks yang sengaja untuk membangun suasana laku spiritual dan alam pemikiran Barat dengan bangsa Timur semakin kontras ketika menikmati menu di Starbucks dengan suguhan warung kopi di ujung gang kampung, meski sudah berada di pusat kota Jakarta sekalipun.
Wali Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu yang sengaja mengajak menikmati menu sekaligus suasana Starbucks yang memiliki view Danau Sunter, Jakarta Utara dengan riap-riap gelombang kecilnya, semakin mengingatkan pada suasana warung kopi tubruk yang sudah melalui proses alami ditelan oleh luak, sungguh sangat berbeda.
Karena itu, kajian dan telaah tentang hal ikhwal spiritual dan filsafat bangsa Timur dengan bangsa Barat bisa semakin diperuncing, bukan untuk membangun perseteruan yang harus menjadi sengketa ideologis seperti Israel serta Amerika menggasak Iran, sebagai ambisi hanya untuk memenangkan pertarungan.
Diskursus spiritual dan filsafat antara Timur dan Barat ini4 jelas untuk menilik jalan yang terang untuk terus membangun gerakan kebangkitan kesadaran pemahaman spiritual yang semakin dibutuhkan untuk menjawab tantangan jaman yang terus bergerak zik-zak untuk menemukan bentuk peradaban baru yang lebih manusiawi — bukan duniawi — sehingga mampu menjaga sekaligus menghantar manusia memiliki nilai-nilai ilahiyah, agar tidak semakin jauh terperosok dalam kubangan material yang jauh dari nilai-nilai spiritual.
Spiritual yang kukuh dan kuat mengakar dalam tradisi dan budaya bangsa Timur semakin disadari dan dipahami bisa lebih meyakinkan untuk menjadi patron atau model spiritual baku yang lebih bersifat universal dan global untuk dilakukan manusia di bumi, agar tidak semakin membuat kerusakan dan kerusuhan yang cuma untuk pelampiasan nafsu dan birahi keserakahan dan hasrat kekuasaan.
Ambisi dan ego untuk saling menggagahi ini — sementara yang tengah booming di Indonesia seperti maraknya periaku korup, khianat. munafik, tipu menipu dan hasrat memiliki gelar palsu. ijazah palsu hingga kebahagiaan palsu yang dibangun dengan tipu daya dan kebohongan terhadap diri sendiri.
Begitulah trend dari pencitraan diri yang berlebihan, meski kemudian harus ditanggung oleh rasa malu yang tak akan punah sampai tujuh turunan, seperti yang tengah menjadi gunjingan banyak orang sekarang.
Menu di warung kopi tetangga — yang berusaha membangun pertahanan ekonomi keluarga dengan menu yang sangat sederhana, seperti kimpul goreng dengan bumbu-bumbuan alami, justru lebih nikmat dan sehat seperti menikmati singkong rebus hangat serta pisang kepok bakar yang dibalut dengan madu hutan yang lebih orisinil memiliki khasiat seperti minuman tradisional beras kencur atau wedang jahe merah maupun yang kuning dengan tarif murah meriah, seakan hendak ikut menjaga pertahanan budaya bilik kuliner yang tidak perlu bersikap genit seperti cara menyantap hidangan ala Barat yang terlalu formalistik.
Jadi, sesantai-santainya ngopi di starbucks, pasti tidak lebih santai ketika ngopi di warung kampung yang bisa bercengkerama mesra dan akrab dengan rakyat kebanyakan sambil membahas kegigihan perjuangannya hari ini untuk sekedar menyelamatkan hidup anak dan istri. Bahkan ada juga yang masih mendapatkan rasa kebahagiaan untuk ngopeni sang cucu.
Ekspresi cinta dan kebahagian memberi kasih sayang serupa ini jelas menandai ikatan kekeluargaan yang kuat, jauh dari sikap individualitas yang menjadi bagian dari budaya Barat.
Oleh karena itu, premis dari Wali Spiritual Nusantara bahwa gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual yang ditopang oleh filsafat khas bangsa Timur, maka pusat dan pioner spiritualitas akan tampil dan muncul dari Timur.
Danau Sunter, 2 November 2026





