BerandaOPINIMusda Pewarna Menyuguhkan Orasi Kebangsaan Dalam Persoektif Spiritual

Musda Pewarna Menyuguhkan Orasi Kebangsaan Dalam Persoektif Spiritual

Musda Pewarna Menyuguhkan Orasi Kebangsaan Dalam Perspektif Spiritual

Oleh: Jacob Ereste

Ketua Umum Pewarna Indonesia (Persatuan Wartawan Nasrani) yang kini memasuki usia ke-13, ujar Yusuf Mujiono saat memberi sambutan serta dukungan terhadap pelaksanaan Musda Pewarna DKI Jakarta ini, sekaligus membuka acara.

Wali Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu memberi tausiah kebangsaan dalam dimensi spiritualitas. Maka itu dalam kerja profesi sebagai wartawan atau jurnalis, perlu dipahami filosofis silih asah. silih asih dan silih asuh dalam melaksanakan kerja profesi untuk memberi penerang jalan. membuka inspirasi dan aspirasi serta untuk memperluas jalinan komunikasi dengan berbagai kalangan yang lebih luas.

Atas dasar inilah, Sri Eko Sriyanto Galgendu membacakan ulang do’a dan syair yang sudah termuat dalam “Kitab MA HA US MA YA* untuk Yusuf Mujiono yang sudah dibacakan pada acara pembacaan do’a bersama 79 tokoh nasional dalam waktu 20 jam non stop di Auditorium Wisma Antara, Jakarta, pada 2 – 3 Agustus 2025.

Dan kesaksian dari Johan Sopaheluwakan dalam perjalanan spiritual tentang Sri Eko Sriyanto Galgendu yang acap disebut sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara.

Sebagai penghormatan dan penghargaan kepada Pewarna Indonesia, Sri Eko Sriyanto memberi pembacaan do’a khusus, sebagai orgasnisasi profesi yang telah melakukan pelayanan bagi masyarakat luas. “Sebab seorang wartawan tidak kalah peranannya sebagai seorang Panglima Perang”.

Dan untuk lebih membangun suasana spiritual dalam acara Musda Pewarna DKI Jakarta, Sri Eko Sriyanto Galgendu membacakan secara ulang do’a kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang sangat besar perannya dalam membangun bangsa sejak sebelum dan sesudah kemerdekaan Negara Indonesia.

Dialog santai kembali berlangsung hingga makan siang, meski tak semua tamu khusus yang hadir tidak kebagian jatah makan siang, karena pergantian panitia penyelenggara para wartawan yang tergabung dalam Pewarna lebih mengutamakan. kepentingan prabasi tanpa perduli pada undangan khusus yang hadir.

Insiden kecil ini memang perlu diungkapkan juga agar mendapat perhatian serta hasrat untuk membangun solidaritas dan penghormatan yang perlu dibina dan tumbuh dalam proses kerja insan pers dalam solidaritas dan sikap kebersamaan yang sangat diperlukan.

Matraman, 4 November 2026

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini