Parepare | Mikanews : Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar terus melangkah jauh demi memastikan setiap Klien Pemasyarakatan dapat kembali berjalan tegak dan bermanfaat bagi lingkungannya.
Pada Kamis (10/9/2026), lembaga ini resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Jaya, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, dengan membentuk Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) serta Forum Reintegrasi Sosial (Foris).
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan tidak berhenti di ruang kantor, melainkan menjangkau hingga ke lingkungan tempat mereka tinggal dan berkembang.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Komitmen Bersama dilakukan Kepala Bapas Kelas I Makassar Dr. Surianto bersama Lurah Jaya, berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Kampung Baru, Kota Parepare.
Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari perjalanan panjang penguatan jejaring yang berlangsung sepanjang minggu: dimulai dari Kabupaten Kepulauan Selayar pada Senin, dilanjutkan ke Kabupaten Bulukumba pada Selasa, Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa pada Rabu, hingga akhirnya menyambangi Kota Parepare dan Kabupaten Pinrang pada Kamis.
Turut hadir menyaksikan kesepakatan ini, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Pembimbing Kemasyarakatan dan pegawai Bapas Makassar.
Semua berkumpul dengan satu tujuan yang sama: membuka jalan agar mereka yang pernah salah langkah dapat kembali diterima, dibimbing, dan diberi kesempatan membangun masa depan baru.
Dr. Surianto menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan dan dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Jaya.
Menurutnya, keberhasilan memulihkan dan mengembalikan seseorang ke tengah masyarakat tidak bisa dilakukan sendirian oleh lembaga pemasyarakatan saja.
“Klien Pemasyarakatan bukanlah sosok yang harus dijauhkan, melainkan warga negara yang masih membutuhkan dukungan, arahan, dan ruang untuk berubah. Mereka butuh lingkungan yang hangat, tempat mereka bisa beradaptasi kembali, memperbaiki diri, dan perlahan menjadi bagian produktif dari masyarakat. Keberhasilan ini hanya bisa tercapai jika seluruh elemen bergerak beriringan,” ujar Surianto dengan penuh keyakinan.
Melalui kehadiran Kelayan Binter dan Foris, kini terjalin jaringan kerja sama yang lebih dekat dan menyentuh akar masalah.
Mulai dari pembimbingan rutin, pendampingan kehidupan sehari‑hari, pengawasan yang tidak menindas, hingga pemberdayaan kemampuan diri — semuanya akan berjalan terpadu.
Pemerintah Kelurahan Jaya pun telah berkomitmen sepenuh hati: menciptakan suasana yang aman, kondusif, dan inklusif, di mana setiap orang berhak berubah dan bertanggung jawab atas masa depannya.
Kerja sama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan kesepahaman bersama bahwa tugas memulihkan manusia adalah tugas kita semua.
Bapas Kelas I Makassar berharap, semakin luas jejaring layanan yang terbangun hingga ke tingkat kelurahan, semakin banyak pula harapan yang tumbuh.
Harapan bahwa mereka yang pernah terperosok, kelak akan kembali berdiri, berkontribusi, dan menjadi warga yang berguna bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa.
(Red)





