BATAM |mikanews — Wisata Batam kembali mendapat dorongan dari kunjungan peserta asal Johor, Malaysia. Rally Wisata 2026 yang berlangsung pada 21–22 Agustus 2026 tidak hanya membawa peserta berkeliling Batam, tetapi juga menghasilkan transaksi belanja sekitar Rp132 juta.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari Johor. Konsepnya bukan perlombaan adu kecepatan, melainkan perjalanan wisata yang menggabungkan kunjungan destinasi, pengenalan budaya, silaturahmi, dan aktivitas belanja.
Selama dua hari, peserta mengunjungi sejumlah destinasi di Batam. Rute perjalanan mencakup Museum Raja Ali Haji, Masjid Agung Engku Hamidah, kawasan Welcome to Batam, Jembatan Barelang, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Puncak Beliung, Taman Rusa, hingga Masjid Ceng Ho.
Peserta mendapatkan poin melalui pemindaian kode QR di sejumlah destinasi. Transaksi belanja selama perjalanan juga menjadi bagian dari sistem penilaian kegiatan.
Ketua Pelaksana Rally Wisata 2026, Surya Wijaya, mengatakan konsep tersebut dibuat agar peserta tidak hanya melewati objek wisata, tetapi benar-benar berhenti dan mengenal destinasi yang dikunjungi.
Dampak ekonominya terlihat dari transaksi belanja peserta yang mencapai sekitar Rp132 juta. Produk lokal berupa kopi dan kek lapis menjadi barang yang paling banyak dibeli.
Rally Wisata 2026 kemudian ditutup dengan gala dinner sekaligus pengumuman pemenang di Pacific Hotel, Jodoh, Batam, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
Posisi pertama diraih MYBIZ. Juara kedua ditempati WH Global, sedangkan KTMB ETS Team berada di posisi ketiga.
Di luar hasil perlombaan, kegiatan tersebut membawa agenda yang lebih luas, yaitu memperkuat hubungan masyarakat Batam dan Johor melalui sektor pariwisata.

Koordinator Malaysia, Fairus, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan dan berharap Rally Wisata dapat menjadi agenda tahunan yang pelaksanaannya dilakukan secara bergantian antara Johor dan Batam.
Menurutnya, perjalanan tersebut tidak hanya memperkenalkan destinasi, tetapi juga membuka ruang untuk mempererat persahabatan dan menciptakan peluang ekonomi bagi kedua wilayah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, yang sebelumnya melepas peserta dari Terminal Feri Internasional Gold Coast, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat Batam sebagai kota pariwisata.
Data yang disampaikan dalam kegiatan mencatat 819.997 wisatawan telah berkunjung ke Batam hingga Juni 2026. Kehadiran peserta dari Johor juga menjadi bagian dari promosi destinasi Batam kepada pasar Malaysia.
Pelaksanaan Rally Wisata 2026 turut melibatkan Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri sejak tahap perencanaan. Peran tersebut mencakup pembangunan jejaring, publikasi, serta komunikasi antara berbagai pihak yang terlibat.
Ketua FJP Kepri, Novianto, menilai kerja sama pemerintah, pelaku usaha pariwisata, media, dan komunitas diperlukan untuk mengembangkan sektor wisata daerah.
Dua hari kegiatan itu memperlihatkan bahwa kedekatan Batam dengan Johor dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk hubungan antar masyarakat, tetapi juga untuk memperluas promosi destinasi dan menggerakkan transaksi ekonomi lokal.
Rally Wisata 2026 sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan wisata dapat dirancang agar peserta menikmati destinasi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan produk lokal. (Syainan)





