Jakarta | Mikanews : Dampak gegara ormas bergaya preman yang merugikan banyak pihak, menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto, hingga Prabowo perintahkan TNI-Polri memberi tindakan soal ormas yang lakukan Pungli, sebab dikhawatirkan dapat mengganggu Investasi.
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bakal melaporkan organisasi masyarakat (ormas) bergaya preman yang mengganggu operasional pabrik dan investasi kepada pihak kepolisian.
Menurut Wamenaker Immanuel Ebenezer atau Noel, tindakan ormas bergaya preman yang mengganggu operasional pabrik dan investasi tidak bisa dibiarkan.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan berkoordinasi dengan Polri. Masalah ini harus menjadi perhatian semua pihak,” ujar Noel dalam keterangannya, Kamis (13/2/2025)
Kalau pabrik terganggu, apalagi bila sampai ada rencana investasi yang gagal hanya karena pertimbangan ulah preman.
Noel mengatakan penyerapan tenaga kerja menjadi terhambat dan rencana investasi menjadi gagal karena ulah ormas bergaya preman.
Dampak yang ditimbulkan gegara ormas bergaya preman tersebut tentu dapat merugikan banyak pihak.
“Kalau lapangan kerja gagal tercipta, kan kita semua yang rugi,”ucap Noel.
Menurut Noel, ia berencana akan bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk berkoordinasi ihwal ulah ormas bergaya preman yang menghambat jalannya investasi dan penyerapan tenaga kerja.
“Saya akan menemui kapolri secara khusus membicararakan masalah ini. Saya yakin Polri akan memberi respons yang bisa menyelesaikan keluhan kawan-kawan pabrik di kawasan industri. Ini kan soal nasib bangsa,” terang Noel.
Hal senada juga disampaikan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Polda Metro Jaya.
Dikatakannya, ia akan menindak tegas kepada anggota organisasi masyarakat (ormas) yang terlibat dalam aksi pemerasan serta pungutan liar dengan modus tunjangan hari raya (THR) terhadap para pengusaha di wilayah hukumnya tersebut.
Hal tersebut ditegaskan Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol. Ronald FC Sipayung saat sosialisasi terkait, *Mudik Aman, Masyarakat Nyaman, di Kawasan Bandara Internasional Soetta, Tangerang, Banten.
“Kami dari Kepolisian tidak akan menoleransi segala bentuk premanisme yang mengancam investasi dan stabilitas ekonomi di Bandara Soetta,” ungkapnya.
Ronald mengatakan pihaknya akan berkomitmen untuk memastikan bahwa dunia usaha di wilayah Bandara Soetta terbebas dari ancaman kelompok tertentu yang menyalahgunakan nama ormas demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada para pelaku usaha maupun investor yang mengetahui ataupun menjadi korban aksi premanisme oleh oknum anggota ormas agar segera melaporkan ke 110 atau ke Polresta Bandara Soetta.
“Kami dari Kepolisian akan menindak tegas tanpa pandang bulu terhadap oknum ormas yang melakukan tindakan melawan hukum seperti pemerasan, premanisme dan lain-lain,” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, akhirnya Presiden Prabowo Subianto perintahkan TNI – Polri untuk memberikan tindakan bila ada ormas yang lakukan pungli hingga dapat menggangu investasi.
Demikian antara lain saat Presiden
menyoroti, mandeknya investasi dan gangguan terhadap operasional pabrik, karena ulah organisasi masyarakat atau ormas yang melakukan pungutan liar atau pungli.
Prabowo ingin TNI-Polri turut melihat permasalahan tersebut untuk segera diselesaikan.
Keinginan kepala negara tersebut, bahkan sudah menjadi perintah untuk TNI-Polri, sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
“Presiden perintahkan TNI-Polri untuk melihat hal seperti itu,” kata Luhut di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Luhut memastikan pemerintah akan memberikan tindakan terhadap ormas-ormas yang melakukan pungli hingga mengganggu jalannya investasi dan opersional pabrik.
“Kita harus tindak hal semacam itu dan nanti dipelajari dengan baik. Pokoknya harus baik,” ujar Luhut mengakhiri.
(Aulia)





