PASAMAN BARAT – Mikanews.id | Bupati Pasaman Barat Yulianto mengeluarkan pesan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga integritas, serta tidak merasa tinggi hati karena jabatan hanyalah amanah yang bersifat sementara.
Penegasan tersebut disampaikan Yulianto saat memimpin Apel Gabungan ASN Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat di halaman Kantor Bupati, Senin (6/7).
Dalam arahannya, Yulianto meminta seluruh ASN menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap sehingga tidak boleh menjadi alasan untuk bersikap sombong.
“Laksanakan kewajiban dan tugas dengan penuh tanggung jawab serta jadilah teladan bagi masyarakat. Jangan merasa sombong karena jabatan hanya sementara dan pada akhirnya kita akan kembali menjadi bagian dari masyarakat. Saya juga meminta seluruh OPD segera melaporkan setiap kegiatan maupun program. Jangan menunggu ada masalah baru dilaporkan,” tegas Yulianto.
Selain meminta ASN menjaga sikap, Bupati juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melaporkan setiap pelaksanaan program dan kegiatan kepada pimpinan secara cepat. Menurutnya, pelaporan tidak boleh menunggu hingga muncul persoalan di lapangan.
Yulianto juga memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan pemerintah pusat untuk penanganan pascabencana di Pasaman Barat.
Ia menegaskan seluruh anggaran tersebut harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya tidak ingin ada penyimpangan. Anggaran ini diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap Pasaman Barat pascabencana, sehingga harus dimanfaatkan secara tepat, transparan, dan sesuai aturan,” katanya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa hasil evaluasi pemerintah pusat menunjukkan realisasi pelaksanaan sejumlah program daerah masih belum mencapai target yang diharapkan.
Karena itu, seluruh OPD diminta segera mempercepat pelaksanaan kegiatan. Capaian tersebut akan menjadi salah satu indikator penting dalam penyaluran dana transfer pemerintah pusat pada tahun berikutnya.
“Kita memiliki tanggung jawab moral untuk menuntaskan seluruh program demi kepentingan masyarakat. Saya juga meminta seluruh jajaran terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk menjaga kebersihan lingkungan kerja dan fasilitas pelayanan,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, Yulianto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat segera menjalankan Program Sekolah Terintegrasi dan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, Pasaman Barat menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang akan melaksanakan Program Sekolah Terintegrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Pasaman Barat menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang akan menjalankan program sekolah terintegrasi sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini merupakan investasi bagi masa depan anak-anak kita sebagai generasi penerus daerah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, mengingatkan seluruh ASN agar menjadi teladan dalam memenuhi kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), baik kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi.
Ia menyampaikan bahwa Badan Pendapatan Daerah bersama Samsat mulai melakukan pemasangan stiker pada kendaraan yang masih menunggak pajak sebagai bagian dari sosialisasi dan pengingat kepada wajib pajak.
“Hari ini Badan Pendapatan Daerah bersama Samsat mulai melakukan pemasangan stiker pada kendaraan yang belum membayar pajak. Saya berharap seluruh ASN menjadi contoh yang baik dalam memenuhi kewajiban tersebut,” ujarnya.
Sekda juga meminta ASN mengisi Survei Penilaian Integritas (SPI) secara jujur apabila menerima tautan survei melalui aplikasi WhatsApp. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) di 87 nagari yang telah memasuki tahapan penyelenggaraan, Doddy turut mengingatkan seluruh ASN agar menjaga netralitas.
“Mari kita sukseskan Pilwana dengan menjaga netralitas ASN. Jangan sampai kita justru memicu konflik di tengah masyarakat atau menjadi bagian dari penyebaran informasi yang memperkeruh suasana,” tegasnya.
Selain itu, Sekda menjelaskan bahwa sosialisasi manajemen talenta merupakan langkah strategis untuk membangun birokrasi yang profesional. Kebijakan tersebut diharapkan memberikan kesempatan pengembangan karier ASN secara lebih terukur, sekaligus meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pembelajaran, termasuk e-learning dan lokakarya.





